photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Inilah Bahayanya Gas Air Mata bagi Kesehatan Kita ....

BERITA INDONESIA

KETIKA massa yang mengikuti aksi damai 4 November lalu menolak membubarkan diri sesuai waktu demo yang disepakati dan membakar mobil aparat, polisi terpaksa melancarkan gas air mata. Apa bahayanya? Simak penjelasan dari dr. Karin Wiradarma.

Gas air mata biasa digunakan untuk mengendalikan kericuhan massa saat demonstrasi. Opsi tersebut dipilih sebagai alternatif yang lebih aman, ketimbang menggunakan senjata tumpul, tajam, maupun senjata api yang dapat mengakibatkan hal yang lebih fatal.

Terdapat beberapa jenis gas air mata. Namun yang paling sering digunakan adalah gas CS karena dianggap paling aman. Berbagai penelitian menemukan bahwa gas CS dengan batas konsentrasi 5% tergolong relatif aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Selain gas CS, terdapat pula gas CN dan CR. Tapi dua gas terakhir lebih jarang digunakan karena lebih beracun. Pemerintah Amerika Serikat bahkan melarang pemakaian gas CR karena diduga berpotensi menyebabkan kanker.

Efek Samping Gas Air Mata

Mata adalah organ tubuh yang terkena dampak paling signifikan dari gas ini. Itulah sebabnya gas CS disebut juga dengan ‘gas air mata’. Bahkan gas air mata dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mata (54%).

Seperti namanya, mata yang berkontak dengan gas ini dapat memicu keluarnya air mata dalam jumlah banyak. Selain itu juga menimbulkan rasa gatal, sensasi terbakar, hingga gangguan penglihatan.

Selain pada mata, gas ini juga memengaruhi sistem pernapasan (32%). Gejala pada saluran pernapasan di antaranya batuk, nyeri dada, sesak napas, serta mengeluarkan banyak dahak dan air ludah. Gejala ini akan lebih berat dialami oleh mereka yang memiliki masalah alergi dan asma.

Bagian tubuh lainnya yang akan terganggu adalah kulit (18%). Gejala yang dapat timbul pada kulit adalah iritasi, nyeri, gatal, alergi, dan luka bakar kimia. Gas air mata juga dapat menimbulkan gejala nyeri kepala dan muntah.

Gejala-gejala tersebut dapat timbul 20-60 detik sejak berkontak dengan gas air mata, dan akan membaik 10-30 menit setelah menghindari lingkungan yang terpapar gas tersebut.

Pertolongan Pertama

Jika Anda terkontak dengan gas air mata, segera hindari area yang terpapar oleh gas tersebut. Bilas mata atau organ yang terkena dengan air bersih yang mengalir, sedikitnya selama 10 menit.

Bila memungkinkan, akan lebih baik jika Anda membilas area yang terkontak gas airmata menggunakan air garam steril (cairan infus). Jangan lupa, lepaskan pakaian, topi, lensa kontak, dan benda-benda lain yang melekat di tubuh setelah terkontak dengan gas air mata.

Apabila gejala masih menetap bahkan memberat –disertai dengan gangguan penglihatan menetap– setelah melakukan tindakan pertolongan pertama, segeralah berkonsultasi kepada dokter.   

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar