photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

3.000 Personel Polisi Siap Amankan Pilkada Susulan Pematang Siantar

BERITA INDONESIA

Sebanyak 3.000 personel Polri akan diturunkan untuk mengamankan proses pemungutan suara susulan Pilkada Kota Pematang Siantar yang rencananya akan digelar pada Rabu 16 November mendatang.

Kapolres Pematang Siantar, AKBP Dodi Darjanto mengatakan, ribuan personel yang disiagakan itu berasal dari lima Polres di sekitar Kota Pematang Siantar. Terdiri dari Polres Tebingtinggi, Polres Serdangbedagai, Polres Simalungun, Polres Asahan dan Polres Tobasa.

Sebanyak 3.000 personel polisi itu akan disebar di seluruh kecamatan di Kota Pematang Siantar, dan akan bergerak cepat jika mendapatkan sinyalemen adanya gangguan kamtibmas selama proses pemungutan suara berlangsung.

"Kami juga menggunakan aplikasi panic button yang sudah kami siapkan di tiap-tiap TPS jika ada gangguan selama pemungutan suara susulan," ujar Dodi saat dikonfirmasi, Senin (14/11/2016).

Dodi mengimbau masyarakat Kota Pematang Siantar untuk dapat sama-sama menahan diri demi keamanan Kota Pematang Siantar. "Kami berharap pemungutan suara susulan ini sukses dan tanpa gangguan keamanan," tukasnya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara, Aulia Andri, memastikan pemungutan suara susulan di Kota Siantar akan mendapatkan perhatian khusus dari Bawaslu Sumut. Pengawasan terhadap proses pemungutan suara susulan juga diawasi oleh Bawaslu dan Panwaslu dari sejumlah wilayah lain di Indonesia.

‎"Sejumlah Bawaslu dan Panwaslu yang akan melaksanakan pemungutan suara di 2017 mendatang akan ikut menyaksikan pemungutan suara susulan di Kota Pematang Siantar. Mereka akan mempelajari tahapan-tahapan pemungutan suara susulan," tukas Aulia.

‎Pemungutan suara Pilkada Kota Siantar sendiri awalnya dijadwalkan pada Desember 2015 bersamaan dengan pilkada tahap I-2015. Pemungutan suara tertunda hampir setahun pasca-gugatan pasangan Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga ke PTUN dan PTTUN Medan, yang protes atas pencoretan pencalonan mereka oleh KPU Kota Pematang Siantar. Di mana kala itu PTUN dan PTTUN Medan memenangkan gugatan pasangan Surfenov-Parlin. Mereka pun dinyatakan berhak ikut Pilkada.

Namun KPU Kota Siantar melakukan permohonan kasasi atas penetapan PTUN dan PTTUN Medan itu. Di tingat kasasi, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan KPU Kota Siantar. Pencalonan pasangan Surfenov-Parlindungan pun kembali dibatalkan.

Dengan adanya putusan MA itu, maka pemungutan suara yang tertunda dapat kembali dilanjutkan. Dalam pemungutan suara susulan ini, empat Pilkada Kota Siantar akan diikuti empat pasangan calon. Yakni Sujito-Djumadi, Hulman Sitorus-Hefriansyah Noor, Teddy Robinson Siahaan-Zainal Purba dan Wesly Silalahi-Sailanto.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar