photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Video Ini Ungkap Hubungan Kedekatan & Dukungan Ketua FPI Habib Rizieq Terhadap Teroris ISIS

BERITA INDONESIA

Pernyataan ketua FPI Habib Rizieq Syihab  yang menyatakan bahwa kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tidak berbahaya dan bukan ancaman bahkan masih menganggap ISIS saudara yang tidak boleh diperangi menunjukkan hubungan Kedekatan antara Ideologi FPI dengan teroris ISIS

Menganggap ISIS tidak berbahaya bagi NKRI ibaratnya seperti mengatakan penyakit tumor yang ada pada tubuh tidak berbahaya bagi si penderita.

Sangat tidak jelas ukuran apa yang dipakai FPI untuk menganggap suatu kelompok bahaya itu benar-benar berbahaya.

Apakah jika teror sudah dilakukan seperti di Irak dan Suriah? Ataukah jika ideologi Islam garis keras ala wahabi ISIS sudah menyebar pada anggota FPI, khususnya di kalangan generasi mudanya? Toh, Sudah banyak anggota FPI yang terindikasi telah bergabung dengan ISIS.

" Front Pembela Islam ( FPI) Tidak mau ditunggangi Oleh Siapapun, atau diperalat oleh pihak manapun untuk menghujat dan menggebuki ISIS , kita tidak mau diperalat dan kita tidak mau di adu domba sesama muslim, betul ? Tanya habib rizieq kepada jamaah yang hadir mendengarkan orasinya

" Apa Yang Baik Dari ISIS kita akui baik, cita cita mulianya menegakkan syariat Islam adalah hal yang baik , cita cita mulianya untuk menegakkan khilafah islamiyah adalah hal yang baik " ujar habib rizieq Syihab


Lihat video pernyataan Habib Rizk tentang ISIS yang dianggap nya saudara.

Pernyataan Habib Rizk menunjukkan kelemahan, dan rentan akan menular ke seluruh anggota FPI.

Akibatnya, propaganda ISIS melalui media sosial dan juga pola rekruitmen Untuk menjadi anggota ISIS yang makin mudah semakin marak, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan dukungan donatur dari Amerika, Saudi, Qatar dan Turki yang kuat secara finansial.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar