photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Tamparan Keras Untuk AA Gym Dan Arifin Ilham...Rais Syuriah PBNU: Muslim dan Nonmuslim Punya Hak Jadi Pemimpin

BERITA INDONESIA


WartaKota.top , - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin menilai, kepemimpinan yang dibutuhkan sekarang ini, baik untuk negara maupun dalam level daerah, adalah pemimpin yang bisa dipercaya dan mampu membawa kemajuan atas daerah yang dipimpinnya.

Kriteria itu bisa didapatkan dari seorang pemimpin muslim maupun nonmuslim, karena sejatinya keduanya sama-sama mempunyai hak untuk menjadi pemimpin.
"Muslim dan Nonmuslim mempunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin. NU tidak dalam posisi mendukung, apalagi menghalangi orang untuk menjadi pemimpin," kata KH Ahmad Ishomuddin dalam acara Halaqoh (Pertemuan) Kaum Muda NU Jakarta dengan tema "Pilkada: Kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945" yang digelar di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (9/10).


Menurut dia, ramainya perdebatan mengenai pemimpin yang dikaitkan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) lebih karena tidak memahami tafsir dan asbabunnuzul dari ayat yang dijadikan dalil. Misalnya, Ayat 51 Surat Al Maidah, kata dia, merujuk tafsir terdahulu. Yang dimaksud dalam ayat itu bukan untuk pemimpin, seperti gubenrur, melainkan karena konteks saat itu yang sedang dalam kondisi perang.


KH Ahmad Ishomuddin merasa perlu menyampaikan imbauan itu, karena sekarang ini banyak beredar isu dan wacana di pemberitaan, terutama di media sosial, yang begitu gampang mencaci seseorang dan berkomentar kasar dengan argumentasi SARA.
"Sangat banyak komentar yang tidak santun dan tidak sesuai dengan Pancasila. Ini tentu bertentangan dengan agama kita. Demokrasi belum baik di negara ini. Buktinya, kalau mau hebat caranya dengan melakukan kampanye hitam, mencari kesalahan orang lain. Maka, kemudian politik kita bercitra buruk, menjadi negatif, tergambar sebagai dunia hitam yang perlu dihindari," ujarnya.


Bagu NU, kata dia, dalam menyikapi momentum demokrasi seperti pilkada, terlebih seperti Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, adalah agar demokrasi berjalan dengan baik sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Karenanya, dia mengimbau agar dalam berdemokrasi jangan menggunakan isu SARA sebagai alat untuk menyerang lawan politik dan menjatuhkannya.


"Isu SARA sama sekali tidak diperkenankan untuk digunakan dalam rangka mendiskreditkan orang lain. Kita menjunjung tinggi budaya dan adab. Tidak boleh merendahkan pihak lain untuk suatu kemenangan politik. Tidak boleh menyerang dengan SARA untuk mengalahkan lawan politik. Itu melanggar UUD 1945," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Ishomuddin kemudian menyampaikan perihal ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang belakangan dianggap menistakan Alquran. Ishomuddin yang mengaku telah melihat secara utuh rekaman tersebut menilai bahwa tidak ada niat dari Ahok untuk menistakan kitab suci umat Islam.
"Saya setelah melihat utuh videonya. Beliau (Ahok) tidak mempunyai niat untuk melecehkan, karena secara logika tidak mungkin orang yang sedang mencalonkan kemudian melecehkan. Jadi, tidak masuk akal kalau itu berniat melecehkan," katanya.


Terhadap semua pihak, Ishomuddin juga mengajak agar dalam berdemokrasi dan hidup bernegara tidak mudah untuk menyesatkan seseorang serta dengan begitu mudah menuding seseorang dengan sebutan telah melakukan penistaan. Lebih baik, kata dia, ketika mendengar atau membaca suatu informasi terlebih dahulu tabayyun atau melakukan klarifikasi untuk memperoleh suatu informasi yang diyakini benar.


"Oleh karena itu, kegiatan politik kita harus dengan menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 serta dengan tidak membenturkan agama. Hal itu hanya akan membahayakan negara kita. Kalau ada berita apa pun, tabayyun atau klarifikasi. Jangan kita hanya baru membuka Twitter, WhatsApp, atau BBM, setiap berita yang mengandung dua kemungkinan benar atau salah, maka harus dicek lagi. Klarifikasi," jelasnya.


Di tempat sama, Katib Syuriah PWNU Jakarta KH Ahmad Zahari juga menyampaikan, NU DKI tidak pernah mewajibkan warganya untuk mendukung salah satu calon. Dia mengajak warga NU untuk secara sadar menggunakan hak pilih dan memilih berdasarkan rekam jejak serta program-program calon.



 
 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

271 komentar:

  1. Balasan
    1. Nah sdr belum paham kan....ga ada mantan kyai brur..

      Hapus
    2. RENUNGAN MALAM !

      Perhatikan ayat ini baik-baik:

      ุจَุดِّุฑِ ุงู„ْู…ُู†َุงูِู‚ِูŠู†َ ุจِุฃَู†َّ ู„َู‡ُู…ْ ุนَุฐَุงุจًุง ุฃَู„ِูŠู…ًุง, ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุชَّุฎِุฐُูˆู†َ ุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกَ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฃَูŠَุจْุชَุบُูˆู†َ ุนِู†ْุฏَู‡ُู…ُ ุงู„ْุนِุฒَّุฉَ ูَุฅِู†َّ ุงู„ْุนِุฒَّุฉَ ู„ِู„َّู‡ِ ุฌَู…ِูŠุนًุง…

      ” Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. Yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah “.

      (QS. An-Nisa’ ayat 138-139)

      Lalu perhatikan ayat ini, baca baik-baik

      ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู„ุง ุชَุชَّุฎِุฐُูˆุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ุฏِูŠู†َูƒُู…ْ ู‡ُุฒُูˆًุง ูˆَู„َุนِุจًุง ู…ِู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃُูˆุชُูˆุง ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒُู…ْ ูˆَุงู„ْูƒُูَّุงุฑَ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกَ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ (ูฅูง)

      ” Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang yang beriman”.

      ( QS. Al-Maidah ayat 57 )

      Dalam ayat ini, Allah melarang kita untuk menjadikan orang-orang yang menghina Agama sebagai pemimpin.

      Lalu di ayat sebelumnya An-Nisa’ 138-139 Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin adalah ORANG MUNAFIQ yang kekal di neraka jahannam.

      Baru kali ini kita melihat ada orang Muslim (dan mengaku muslim) tetapi MEMBELA ORANG KAFIR YANG MENGHINA KITAB SUCI AL-QURAN !!!!

      PANTASKAH DISEBUT MUSLIM?

      Hapus
    3. Setuju om,,,
      Klo Islamnya cuma di mulut doank ya seperti itu,,,syahadat cuma di mulut,,,ngga tau maknanya...

      Hapus
    4. Setuju om,,,
      Klo Islamnya cuma di mulut doank ya seperti itu,,,syahadat cuma di mulut,,,ngga tau maknanya...

      Hapus
    5. Berpolitik mengatas namakan AGAMA itu tidak dibenarkan apalagi sampai Menjual ayat ayat Al-Qur'an sebagai bahan Gurauannya.

      Berpolitik berASASkan AGAMA itu yang dibenarkan Dan Ayat-Ayat Al-Qur'an sebagai PEDOMANnya.

      Tanda Tanda Kiamat Sudah Dekat, UMAT-UMAT DAJJAL sudah Bermunculan. Karena banyaknya Umat Muslim Yang MUNAFIK. Mereka mengggunakan Ayat-Ayat Al-Qur'an dan Hukum-Hukum Allah.SWT dikala menguntungkan Mereka. TAPI, dikala Mereka merasa dirugikan mereka akan berpaling darinya.

      "Hanya Sebagai Renungan"

      Hapus
    6. setuju sekali, hati-hatilah wahai umat Islam fitnah-fitnah to hura-hura akan trus kuatkanlah keimanan n kesabaran kita dalam menghadapinya,., karena kiamat sudah dekat Insya Alloh

      Hapus
    7. Kayaknya cah gantenk ini ilmu tauhidnya udah melebihi yg bergelar kyai.... Tapi sayang, bisanya cuma mencela...

      Hapus
    8. Saya sangat respect dengan sudaraq bro Sudiono Marsudi tentang ayat Al Qur'an disampaikan. QS. Al Maidah-57, kalimat terakhir menyebutkan : ... Dan bertaqwalah kpd Allah, jika kamu orang orang yang beriman ( Mukmin ). Jadi klo kita2 yg mengaku Mukmin, jangan malah emosi tapi mari bertaqwa kpd Allah. Bertaqwa adalah berserah diri. Klo kita emosi berarti kita mengingkari Firman Allah. Itu yg lebih dosa besar.

      Hapus
    9. Alhamdulillah masih ada orang2 yang kaya mas sudiono, kami kami yang awam perlu terua diingatkab tentang keimanan kami. Mudah2an Allah Swt. Memberikan petunjuk Nya kepada kita semua... Aamiin

      Hapus
    10. Janganlah menyebarkan nada kebencian,,sesungguhnya muslim itu cinta kasih sayang,,kita semua tak selamanya di dunia,, baik baiklah berkata dan bertingkah laku,,,semuanya akan ada pertanggung jawaban masing masing,,

      Hapus
    11. Kiyai itu Gelar dari pengikutnya, kalau saya bukan pengikut kiyai diatas sy tidak menyebut mereka kiyai cukup para pendukung pemerintah Jokowie

      Hapus
    12. Saya jg agama islam tp kenapa hati saya tidak setuju dengan orang2 islam yg menyatakan dirinya islam dan menghujat orang seenaknya,,islam sebenarnya bukan hanya di logika otak dan kertas tapi lebih ke hati dan nurani itulah islam rahmatanlilallamin,,banya yg bergelar kyai atau ustad2 tapi nyatanya hati mereka mudah di bohongi dengan isu2 gak jelas,makanya kalo memang ingin jadi islam yg sebenarnya jangan hanya ilmu kertas yang di Tuhan kan dan di jadikan senjata buat menghakimi seenak jidat,tp islam itu adalah hati ,ya blajar hati bukan blajar kertas2 dan kertas tp gak pernah mengajarkan makna2 nya sampai ke lubuk hati. Orang islam sebenarnya lebih menghargai sesama baik non muslim atau muslim..seandainya saya jd presiden.saya akan dirikan tiap2 tempat pondok tauhid hati yg sebenarnya bukan hanya hafalan kertas tp sifat dan hati gak jauh dari iblis,

      Hapus
    13. Sudiono ilmu agamamu sepiro!! Km itu melihat seutuhnya tdk jgn2 km tmsk orang munafik.atau pemikiranmu sangat dangkal bahwasanya yg dimaksud kalian ini jgn hanya mengaku islam jk tdk tau makna sesungguhnya smua sdh bermodal ayat suci ttpi busuk.ayat jgn dijadikan senjata.tuhan yg menilai iman masing2 org .bercermin jk anda menghujat orang sudahkah anda lbh baik dr beliau2.apa anda wali atau nabi!!! Manusia tmpatnya khilaf tdk ada yg sempurna kl anda jujur pd diri sendiri apa anda tmsk org yg blm pernah berbuat nista melanggar ketentuan allah.jgn menambahi dosa dgn perkataan spt tsb.slh satu mengumpat adalh hal yg tdk disuka allah

      Hapus
    14. Sudiono ilmu agamamu sepiro!! Km itu melihat seutuhnya tdk jgn2 km tmsk orang munafik.atau pemikiranmu sangat dangkal bahwasanya yg dimaksud kalian ini jgn hanya mengaku islam jk tdk tau makna sesungguhnya smua sdh bermodal ayat suci ttpi busuk.ayat jgn dijadikan senjata.tuhan yg menilai iman masing2 org .bercermin jk anda menghujat orang sudahkah anda lbh baik dr beliau2.apa anda wali atau nabi!!! Manusia tmpatnya khilaf tdk ada yg sempurna kl anda jujur pd diri sendiri apa anda tmsk org yg blm pernah berbuat nista melanggar ketentuan allah.jgn menambahi dosa dgn perkataan spt tsb.slh satu mengumpat adalh hal yg tdk disuka allah

      Hapus
    15. Mbak arie dewi. Di tulisannya mas sudiono saya melihat tdk ada satu katapun hujatan. Dia hanya menulis apa yg dikatakan Al-Quran yang berarti perintah langsung dari Allah.SWT. anda sehat????

      Hapus
    16. Sudiono lebih ngerti mereka X kl soal agama, lu hny jiplakan aja udah so otot....

      Hapus
    17. Yang kafir itu siapa? Tolong kitabnya itu dibaca lalu ditafsirkan dengan HATI bukan dengan OTAK Mu

      Hapus
    18. Yang kafir itu siapa? Tolong kitabnya itu dibaca lalu ditafsirkan dengan HATI bukan dengan OTAK Mu

      Hapus
  2. ga nyambung berita ama isinya...tamparan gundulmu !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo blas nggak nyambung dasar admin peaaaak pingin dikunjungin doang

      Hapus
    2. kyai Lucu kyai lucu apa kyai yg memalukan kyai yg sebenarnya kyai lucu kyai lucu

      Hapus
    3. Mudah2an Allah swt. Memberikan petumjuk kepada kita dan kepada kyai yg jd narasumber diatas.

      Btw judul sama isi ga nyambung

      Hapus
    4. Biasa media tahayul gak perlu dibaca.
      Media khusus cebong tolol

      Hapus
    5. Saya jg agama islam tp kenapa hati saya tidak setuju dengan orang2 islam yg menyatakan dirinya islam dan menghujat orang seenaknya,,islam sebenarnya bukan hanya di logika otak dan kertas tapi lebih ke hati dan nurani itulah islam rahmatanlilallamin,,banya yg bergelar kyai atau ustad2 tapi nyatanya hati mereka mudah di bohongi dengan isu2 gak jelas,makanya kalo memang ingin jadi islam yg sebenarnya jangan hanya ilmu kertas yang di Tuhan kan dan di jadikan senjata buat menghakimi seenak jidat,tp islam itu adalah hati ,ya blajar hati bukan blajar kertas2 dan kertas tp gak pernah mengajarkan makna2 nya sampai ke lubuk hati. Orang islam sebenarnya lebih menghargai sesama baik non muslim atau muslim..seandainya saya jd presiden.saya akan dirikan tiap2 tempat pondok tauhid hati yg sebenarnya bukan hanya hafalan kertas tp sifat dan hati gak jauh dari iblis,

      Hapus
    6. Karena kamu tidak tau atau paham tentang agamamu sendiri. Banyak lah lagi belajar. Mungkin kamu sdh mati rasa kepada tuhanmu sehingga kitab sucimu dihina orang kamu malah membela orang tersebut. Al-quran sama juga dengan perintah Allah secara tertulis untuk ummatnya...

      Hapus
    7. Alhamdulillah..indah kalimatmu sdrku

      Hapus
  3. judul dan isi ngaco!!
    yup memang mereka punya hak, dan kami pun punya hak utk tdk memilih, kami tdk pernah melarang mereka, km hanya mematuhi kitab suci kami dan itu hak kami.. cb kasih bukti klo ada ormas atw masyarakat muslim yg melarang ahok jd gubernur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukti bahwa masyarakat muslim melarang Ahok jdi gubernur : Silahkan menoleh k belakang, terlebih saat Ahok akan dilantik jd gubernur. Kemudian, (bukan soal melarang Ahok) sdh tdk asing lagi banyak sesama muslim melarang u/ memilih yg bukan muslim.

      Hapus
    2. Silahkan tidak memilih dan DIAM!!!

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Hadeuh gagal paham nih.....emangnya Abdulah KH. Abdullah Gymnastiar dan K. H. Muhammad Arifin Ilham melarang non muslim menjadi pemimpin?????? Beliau-beliau kan cuma mengatakan dan menghimbau bahwa umat muslim wajib memilih pemimpin dari muslim, sesuai Surat Al Maidah dan juga surat-surat lainnya dalam Al qur'an, dan saya yakin KH. Abdullah Gymnastiar dan K. H. Muhammad Arifin Ilham tidak akan pernah berhenti menegakan apa-apa yang sudah tersurat dan tersirat dalam Al Qur'an karena Maha Benar Allah dengan segala Firmannya...

      Hapus
    5. Berpolitik mengatas namakan AGAMA itu tidak dibenarkan apalagi sampai Menjual ayat ayat Al-Qur'an sebagai bahan Gurauannya.

      Berpolitik berASASkan AGAMA itu yang dibenarkan Dan Ayat-Ayat Al-Qur'an sebagai PEDOMANnya.

      Tanda Tanda Kiamat Sudah Dekat, UMAT-UMAT DAJJAL sudah Bermunculan. Karena banyaknya Umat Muslim Yang MUNAFIK. Mereka mengggunakan Ayat-Ayat Al-Qur'an dan Hukum-Hukum Allah.SWT dikala menguntungkan Mereka. TAPI, dikala Mereka merasa dirugikan mereka akan berpaling darinya.

      "Hanya Sebagai Renungan"

      Hapus
    6. Saya jg agama islam tp kenapa hati saya tidak setuju dengan orang2 islam yg menyatakan dirinya islam dan menghujat orang seenaknya,,islam sebenarnya bukan hanya di logika otak dan kertas tapi lebih ke hati dan nurani itulah islam rahmatanlilallamin,,banya yg bergelar kyai atau ustad2 tapi nyatanya hati mereka mudah di bohongi dengan isu2 gak jelas,makanya kalo memang ingin jadi islam yg sebenarnya jangan hanya ilmu kertas yang di Tuhan kan dan di jadikan senjata buat menghakimi seenak jidat,tp islam itu adalah hati ,ya blajar hati bukan blajar kertas2 dan kertas tp gak pernah mengajarkan makna2 nya sampai ke lubuk hati. Orang islam sebenarnya lebih menghargai sesama baik non muslim atau muslim..seandainya saya jd presiden.saya akan dirikan tiap2 tempat pondok tauhid hati yg sebenarnya bukan hanya hafalan kertas tp sifat dan hati gak jauh dari iblis,

      Hapus
    7. Kalau sudah begini jelas masih ada yg ngeyel ya itulah yg namanya calon anak buah Dajjal yg lagi metamorfosis,,,

      Hapus
  4. Mantab Pak Kiyai dan HARUS INDEPENDEN. Biarkan rakyat memilih pemimpinnya
    #IndonesiaBhinnekaTunggalIka

    BalasHapus
  5. Menafsirkan suatu ayat itu berdasar apa yg dipahami para shahabat. Dulu ketika khalifah Umar ra kedatangan salah satu gubernur nya dan gubernur tsb mempunyai seorang notulen non muslim, maka Umar ra sampai2 mengatakan anggap sj ia mati (maksudnya jgn menjadikan non muslim sbg org kepercayaan)
    Itu artinya jgnkn sbg pemimpin, sbg org kepercayaan pun muslik tdk boleh mengambil dr org non muslim.

    Merasa SARA? protes sj kpd Allah, krn itu smw yg merintah Allah. Sudah jelas di Al Maidah ayat 51, banyak pula hadits shahih. Ko lebih takut penilaian orang drpd penilaian Allah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sepakat dg anda. Mash bnyak orang2 muslim yg sngat amanah..

      Hapus
    2. Hei anjing emangnya ini negara islam??kabing bodok

      Hapus
    3. awas ada anjing yang menggonggong karena marah bela majikannya tuh. kaciannnn deh...

      Hapus
    4. awas ada anjing yang menggonggong karena marah bela majikannya tuh. kaciannnn deh...

      Hapus
    5. Dalam Khilafah Islamiyah yg di pimpin oleh Umar R.A memang dilarang memilih yg Non Muslim. Tapi ini dalam hidup bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara yg menganut sistem Demokrasi Pancasila bukan negara Agama.

      Hapus
    6. Bbrrr.....tutup mata tutup kuping.... pilih ahok..yeess

      Hapus
    7. Bbrrr.....tutup mata tutup kuping.... pilih ahok..yeess

      Hapus
    8. Cerita tentang Khalifah Umar nya yg lengkap ....jangan parsial....konteks nya seperti apa....

      Hapus
    9. Sudahlah kalo mau milih ahok ya silahkan. Kalo ada muslim yg ngga milih ya biarkan ngga usah bawa bawa binatang

      Hapus
    10. Sudahlah kalo mau milih ahok ya silahkan. Kalo ada muslim yg ngga milih ya biarkan ngga usah bawa bawa binatang

      Hapus
    11. dasar negara tidak bisa lepas dari islam ... pancasila adalah bagian dari islam ... karena perumus pancasila juga orang islam ... perjuang kemerdekaan juga mayoritas islam dan sila pertama dari Pancasila jelas milik orang islam ...

      Hapus
    12. ahok yess...
      biar orang kate ape,,
      yang pastinya pak ahok yessss

      Hapus
    13. Itu yg bilang anjing.. sinting x ya..

      Hapus
    14. Itu yg bilang anjing.. sinting x ya..

      Hapus
    15. buat negara sendiri sana gk boleh gbung dg yg "kafir" nnti dosa

      Hapus
    16. Liat comentnya pada lucu..masa yang merasa benar dengan yang merasa benar saling hujat...

      Hapus
    17. Saya jg agama islam tp kenapa hati saya tidak setuju dengan orang2 islam yg menyatakan dirinya islam dan menghujat orang seenaknya,,islam sebenarnya bukan hanya di logika otak dan kertas tapi lebih ke hati dan nurani itulah islam rahmatanlilallamin,,banya yg bergelar kyai atau ustad2 tapi nyatanya hati mereka mudah di bohongi dengan isu2 gak jelas,makanya kalo memang ingin jadi islam yg sebenarnya jangan hanya ilmu kertas yang di Tuhan kan dan di jadikan senjata buat menghakimi seenak jidat,tp islam itu adalah hati ,ya blajar hati bukan blajar kertas2 dan kertas tp gak pernah mengajarkan makna2 nya sampai ke lubuk hati. Orang islam sebenarnya lebih menghargai sesama baik non muslim atau muslim..seandainya saya jd presiden.saya akan dirikan tiap2 tempat pondok tauhid hati yg sebenarnya bukan hanya hafalan kertas tp sifat dan hati gak jauh dari iblis,

      Hapus
  6. Kiai opo, tafsiran wong syiah kalee yg di baca
    Kiai zaman sekarang cuma kedok doang, isi nya sama kayak wong awam
    Gaden.....

    BalasHapus
  7. Waduh. Dah kacau ni ulama nya , pertanyaan nya ada berapa ayat dlm alquran dan hadist yg melarang kafir jadi pemimpin tadz

    BalasHapus
  8. Waduh. Dah kacau ni ulama nya , pertanyaan nya ada berapa ayat dlm alquran dan hadist yg melarang kafir jadi pemimpin tadz

    BalasHapus
  9. Waduh. Dah kacau ni ulama nya , pertanyaan nya ada berapa ayat dlm alquran dan hadist yg melarang kafir jadi pemimpin tadz

    BalasHapus
  10. Ulama ulama kok bikin ribet bela sama bela situ dirinya gak dibela malah mengorbankan monyongnya...

    BalasHapus
  11. Ulama ulama kok bikin ribet bela sama bela situ dirinya gak dibela malah mengorbankan monyongnya...

    BalasHapus
  12. Benarkah oerkataan ini dikeluarkan oleh pengurus PBNU? Hati-hati jangan fitnah.

    BalasHapus
  13. Kenapa beda dengan keputusan MUI Pusat padahal ketua Umum MUI itu Rais Aam PBNU ? dan Sepertinya bahasa "Pukulan keras" itu sangat tidak pantas. Mohon pertimbangan Admin. Terima kasih.

    BalasHapus
  14. Pendapat Ketua Umum Nahdlatul Wathan pun beda dengan pendapat "sebagian" NU.

    BalasHapus
  15. TIDAK ADA YANG LEBIH FAHAM BAGAIMANA MENAFSIRKAN ALMAIDAH 51 DARI PADA AMIRUL MUKMININ UMAR BIN KHATHTHAB RADHIYALLAHU 'ANHU :

    “Suatu hari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu memerintahkan Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu 'anhu untuk segera menunjuk pemimpin kepercayaan untuk pencatat pengeluaran dan pemasukan pemerintah Islam di Syam".

    Abu Musa lalu menunjuk seorang yang beragama Nasrani dan Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tadi.

    Umar bin Khaththab pun kagum dengan hasil pekerjaannya. Lalu Umar berkata: ‘Hasil kerja orang ini bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk rapat melaporkan laporan di depan kami?’.

    Abu Musa menjawab: ‘Ia tidak bisa masuk ke tanah Haram (Mekkah dan Madinah)'.

    Umar bertanya: ‘Kenapa? Apa karena ia junub?’.

    Abu Musa menjawab: ‘Bukan, karena ia seorang Nasrani’.

    Umar pun langsung marah, menegurku keras dan memukul pahaku dan berkata: ‘Pecat dia! cari dan angkat seorang muslim".

    (Maksud Umar; 'apa tidak ada muslim lain yang lebih baik, pasti Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyediakan banyak calon pemimpin muslim yang lebih baik untuk umat', cari sampai ketemu).

    Umar lalu membacakan ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengangkat orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengangkat mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (kafir). Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim‘”. (QS. Al Maidah: 51)

    (Sumber : Tafsir Ibnu Katsir, 3/132)

    BERANI BILANG UMAR BIN KHATHTHAB PEMBOHONG?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kWKWKW...bukan khalifah Umar yang bohong sdr....tapi imam mu di kampung

      Hapus
    2. Pahami,.... Umar di saat itu dia sebagai kholifah,..(pemimpin) yang namanya pemimpin memilih anggota yang membantu urusannya,... yuk belajar lagi,.. kalau boleh diumpamakan pada posisi Jokowi sekarang dlm memilih anggota dalam pemerintahan,... inilah posisi riwayat tentang umar ini,... nggak aga yang bilang Umar itu pembohobg,... anda aja mungkin yang kurang teliti,...

      Hapus
    3. @Djanuari Sidji, emang kamu agamanya apa?

      Hapus
    4. Djanuar siji klo ga munafik ya fasik

      Hapus
    5. Djanuar siji klo ga munafik ya fasik

      Hapus
    6. Saya jg agama islam tp kenapa hati saya tidak setuju dengan orang2 islam yg menyatakan dirinya islam dan menghujat orang seenaknya,,islam sebenarnya bukan hanya di logika otak dan kertas tapi lebih ke hati dan nurani itulah islam rahmatanlilallamin,,banya yg bergelar kyai atau ustad2 tapi nyatanya hati mereka mudah di bohongi dengan isu2 gak jelas,makanya kalo memang ingin jadi islam yg sebenarnya jangan hanya ilmu kertas yang di Tuhan kan dan di jadikan senjata buat menghakimi seenak jidat,tp islam itu adalah hati ,ya blajar hati bukan blajar kertas2 dan kertas tp gak pernah mengajarkan makna2 nya sampai ke lubuk hati. Orang islam sebenarnya lebih menghargai sesama baik non muslim atau muslim..seandainya saya jd presiden.saya akan dirikan tiap2 tempat pondok tauhid hati yg sebenarnya bukan hanya hafalan kertas tp sifat dan hati gak jauh dari iblis,

      Hapus
  16. Justru kami umat islam sedang melaksanakan UUD45 dan pancasila, yg bunyinya kurang lebih begini :
    "Setiap umat beragama bebas utk menjalankan kwajibannya sesuai dgn agama dan kepercayaannya masing2.
    Kami umat muslim sedang melaksanakan kewajiban agama kami, yakni wajib hukumnya memilih pemimpin muslim. Dan haram hukumnnya memilih pemimpin kafir. Knp anda2 tdk menghargai kami dalam menjalankan ibadah kami..???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi ini bukan Negara Islam... ini Negara Namanya Indonesia...
      Berasaskan Pancasila.

      Hapus
    2. Tapi ini bukan Negara Islam... ini Negara Namanya Indonesia...
      Berasaskan Pancasila.

      Hapus
  17. Justru kami umat islam sedang melaksanakan UUD45 dan pancasila, yg bunyinya kurang lebih begini :
    "Setiap umat beragama bebas utk menjalankan kwajibannya sesuai dgn agama dan kepercayaannya masing2.
    Kami umat muslim sedang melaksanakan kewajiban agama kami, yakni wajib hukumnya memilih pemimpin muslim. Dan haram hukumnnya memilih pemimpin kafir. Knp anda2 tdk menghargai kami dalam menjalankan ibadah kami..???

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak ada yg larang boss hnya yg mngatakan nonmuslim tidk diperbolehkan untuk jd pemimpin

      Hapus
  18. Apa benar ini pendapat kyai.....kita harus hati hati....

    BalasHapus
  19. Apa benar ini pendapat kyai.....kita harus hati hati....

    BalasHapus
  20. Saya sedih dengan pendapat Kiyai2 NU yg spt ini. Kalau ulamanya udah berani menentang larangan Allah, u/ tidak memilih pemimpin nonmuslim, ini udah gawat ini, gawat3x.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedih nagislahh
      kayak mansyuer

      Hapus
    2. Goresan Tinta Emas, Kalau begitu maunya.berarti kami di Daerah lain yg mom muslim minta pisah saja dari NKRI kan aman...

      Hapus
    3. Goresan Tinta Emas, Kalau begitu maunya.berarti kami di Daerah lain yg mom muslim minta pisah saja dari NKRI kan aman...

      Hapus
  21. Yang protes dan menganggap gubernur harus muslim, mau ngasih info biar ga baper

    1. Tafsiran ayat tsb versi internasional, jgn jadikan yahudi dan nasrani sebagai sekutu/teman. Bisa di cek sendiri. Hanya di indonesia tafsirannya jd pemimpin, dan munculnya selalu pas pemilihan yang calonnya non muslim, kalo logikanya main pasti paham knp kok tafsiran indonesia beda dengan tafsiran internasional...

    2. Dr artikel diatas keseluruhan ayat tersebut dibuat saat kondisi "PERANG", di sejarah mmg beberapa kali ada perang antar umat nasrani dan muslim. Kita sedang memilih gubernur untuk mengurusi roda pemerintah yang berani pasang badan melibas para tikus apbd atau memilih jendral untuk perang untuk melibas umat nasrani?

    3. Jika anda org muslim yang masih ngotot dan mau menjalankan ayat tersebut, jangan setengah2, jangan bekerja di perushaan non muslim yang dipimpin oleh org nonmuslim, jangan berteman dengan orang non muslim, kalo melihat orang kesusahan di jalan tanya dulu muslim atau bukan kalo non muslim jgn ditolong, dan sebaliknya kalo anda lagi kesulitan ada org yang mau menolong anda tanya dulu dia muslim atau non muslim kalo non muslim jnagan mau ditolong, intinya segala hub sosial anda tanya dulu muslim atau bukan, sama seperti memilih gub tanya dulu dia muslim atau non muslim..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasian memang bro,... menganggab Islam itu Sempit,.. tp gimana lagi,... ketika coba dijelasin,... dibilangin Kafir ,... atau dibayar berapa ama Ahok,...qi,..qi,..

      Hapus
    2. Memang susah kalo sudah beda iman. Tak perlu lah kita berdebat. Wasting time. Untukmu agamamu untukku agamaku

      Hapus
    3. Memang susah kalo sudah beda iman. Tak perlu lah kita berdebat. Wasting time. Untukmu agamamu untukku agamaku

      Hapus
    4. Silahkn pilih sendiri jalan ke surga ato neraka, jgn ngasih tafsir macem2 apalagi pembenaran, nanti buktikan sajah di pengadailan akhir....untukmu agamamu, untukku agamaku, kuburan jg masing2...

      Hapus
    5. Gini aja.. bagi siapa saja kaum muslim yg pilih non muslim.. pilihannya ternyata bertolak belakang (menyimpang). Siap siap aja kekal dineraka

      Hapus
    6. Gini aja.. bagi siapa saja kaum muslim yg pilih non muslim.. pilihannya ternyata bertolak belakang (menyimpang). Siap siap aja kekal dineraka

      Hapus
  22. Yang protes dan menganggap gubernur harus muslim, mau ngasih info biar ga baper

    1. Tafsiran ayat tsb versi internasional, jgn jadikan yahudi dan nasrani sebagai sekutu/teman. Bisa di cek sendiri. Hanya di indonesia tafsirannya jd pemimpin, dan munculnya selalu pas pemilihan yang calonnya non muslim, kalo logikanya main pasti paham knp kok tafsiran indonesia beda dengan tafsiran internasional...

    2. Dr artikel diatas keseluruhan ayat tersebut dibuat saat kondisi "PERANG", di sejarah mmg beberapa kali ada perang antar umat nasrani dan muslim. Kita sedang memilih gubernur untuk mengurusi roda pemerintah yang berani pasang badan melibas para tikus apbd atau memilih jendral untuk perang untuk melibas umat nasrani?

    3. Jika anda org muslim yang masih ngotot dan mau menjalankan ayat tersebut, jangan setengah2, jangan bekerja di perushaan non muslim yang dipimpin oleh org nonmuslim, jangan berteman dengan orang non muslim, kalo melihat orang kesusahan di jalan tanya dulu muslim atau bukan kalo non muslim jgn ditolong, dan sebaliknya kalo anda lagi kesulitan ada org yang mau menolong anda tanya dulu dia muslim atau non muslim kalo non muslim jnagan mau ditolong, intinya segala hub sosial anda tanya dulu muslim atau bukan, sama seperti memilih gub tanya dulu dia muslim atau non muslim..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dlm Islam, umat muslim TIDAK ADA LARANGAN brhubungan/krja sama dgn Non Muslim slama saling mnguntungkan. Tapi dlm hal memilih pmimpin Banyak Larangan memilih pmimpin kafir. Itu Sudah JELAS di dlm Kitab Suci Al Qur'an.Jadi anda jgn salah paham ye.

      Hapus
    2. @agus adnan
      Coba cek tafsiran dr ayat 51 itu sama orang arab dulu , artinya awliyah itu apa..

      Kalo mmg tafsiranya pemimpin, coba cek sekitar anda jgn2 bnyk calon penghuni neraka, mereka yang hidup sehari2 bekerja dibawah pimpinan non muslim seperti pegawai rcti,maspion grup,djarum,bca, itu semua adalah perusahaan yang diPIMPIN oleh non muslim..

      Coba anda cek juga tempat anda bekerja, jgn2 pimpinan anda org nonmuslim juga,mending mengundurkan diri timbang dosa..

      Hapus
  23. kalau gitu NU sama saja dengan menyebut bahwa AlQuran itu digunakan untuk tempo dulu.....

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  25. Yang Jelas QS Al Maidah Ayat 51 Itu ada dan Perintahnya JELAS tidak BOHONG.

    Biar Rakyat Yang Memilih Pemimpinya.
    ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ

    BalasHapus
  26. Yang Jelas QS Al Maidah Ayat 51 Itu ada dan Perintahnya JELAS tidak BOHONG.

    Biar Rakyat Yang Memilih Pemimpinya.
    ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ

    BalasHapus
  27. Yang Jelas QS Al Maidah Ayat 51 Itu ada dan Perintahnya JELAS tidak BOHONG.

    Biar Rakyat Yang Memilih Pemimpinya.
    ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ

    BalasHapus
  28. Ini yg mau ada pemilihan kan dijakarta, klo yg diluar jkrta ko ikut2n ngotot ya?
    Lebih bagus diam,dr pada bnyak bicara (talk only no action) ..
    Yg bener mah, jgn ikut nimbrung politik klo dirumah msh butuh beras raskin..
    Santai, liatin aja, jgn menghujat klo qt msh belepotan ibadah dn akidah nya..
    Salam damai..

    BalasHapus
  29. Ini yg mau ada pemilihan kan dijakarta, klo yg diluar jkrta ko ikut2n ngotot ya?
    Lebih bagus diam,dr pada bnyak bicara (talk only no action) ..
    Yg bener mah, jgn ikut nimbrung politik klo dirumah msh butuh beras raskin..
    Santai, liatin aja, jgn menghujat klo qt msh belepotan ibadah dn akidah nya..
    Salam damai..

    BalasHapus
  30. Lagi diadu domba nih kaum muslim. Ini busernya anok... Menteri nye aje diem anok ngemeng gitoh.... Apalagi nanti presiden dipimpin non muslim.... Ancur

    BalasHapus
  31. Lagi diadu domba nih kaum muslim. Ini busernya anok... Menteri nye aje diem anok ngemeng gitoh.... Apalagi nanti presiden dipimpin non muslim.... Ancur

    BalasHapus
  32. Dho goblog kabeh...karepe ojo nganti dipimpin ahok..he..he..ngguyu aku..dho melek'o ahok ki kit wingi wis mimpin kowe..dho tangio..ojo gur dho turu...pekok..pekok...kabeh..pekok..termasuk aku..he..he..

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  34. Terserah kalian mau bikin makar apa tpi sebaik balik nya makar adalah makar ALLOH..
    Tugas ku saat ini hanya menjaga keluarga ku terhindar dari api Neraka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati2 banyak munafikin/fasikin.. "WASAAUN ALAIHIM A ANZARTAHUM AMLAMTUN ZIRHUM ......

      Hapus
    2. Hati2 banyak munafikin/fasikin.. "WASAAUN ALAIHIM A ANZARTAHUM AMLAMTUN ZIRHUM ......

      Hapus
    3. Hahaha.... wasaun? Klo gak becus nulis ayat jgn belagu bos. Ngaji lg.

      Hapus
  35. Terserah kalian mau bikin makar apa tpi sebaik balik nya makar adalah makar ALLOH..
    Tugas ku saat ini hanya menjaga keluarga ku terhindar dari api Neraka.

    BalasHapus
  36. Kyiai Su'u ...the real KOPLAK at Indonesia...

    BalasHapus
  37. Cakep dahhh...., yu urusin ummat sendiri.., ehhh.mlh adu argument, yg Muslim jgn terpengaruh. Mayoritas Muslim yuu milih pemimpin Muslim, DKI masih muslim terbanyak, kalu sampai msh di pimpin non muslim yahhhh fa antum bilkhiyar....,

    BalasHapus
  38. Sebenarnya arti ayat tersebut sangat jelas..tp penafsirannya yg macam2 tergantung kepentingan masing2...kalau sy sih, silahkan terserah..toh yg mempertanggung jawabkan nanti di akhirat kan kita sendiri bukan kyai, ustadz dll...

    BalasHapus
  39. Sebenarnya arti ayat tersebut sangat jelas..tp penafsirannya yg macam2 tergantung kepentingan masing2...kalau sy sih, silahkan terserah..toh yg mempertanggung jawabkan nanti di akhirat kan kita sendiri bukan kyai, ustadz dll...

    BalasHapus
  40. Justru kami umat islam sedang melaksanakan UUD45 dan pancasila, yg bunyinya kurang lebih begini :
    "Setiap umat beragama bebas utk menjalankan kwajibannya sesuai dgn agama dan kepercayaannya masing2.
    Kami umat muslim sedang melaksanakan kewajiban agama kami, yakni wajib hukumnya memilih pemimpin muslim. Dan haram hukumnnya memilih pemimpin kafir. Knp anda2 tdk menghargai kami dalam menjalankan ibadah kami

    BalasHapus
  41. Justru kami umat islam sedang melaksanakan UUD45 dan pancasila, yg bunyinya kurang lebih begini :
    "Setiap umat beragama bebas utk menjalankan kwajibannya sesuai dgn agama dan kepercayaannya masing2.
    Kami umat muslim sedang melaksanakan kewajiban agama kami, yakni wajib hukumnya memilih pemimpin muslim. Dan haram hukumnnya memilih pemimpin kafir. Knp anda2 tdk menghargai kami dalam menjalankan ibadah kami

    BalasHapus
  42. Justru kami umat islam sedang melaksanakan UUD45 dan pancasila, yg bunyinya kurang lebih begini :
    "Setiap umat beragama bebas utk menjalankan kwajibannya sesuai dgn agama dan kepercayaannya masing2.
    Kami umat muslim sedang melaksanakan kewajiban agama kami, yakni wajib hukumnya memilih pemimpin muslim. Dan haram hukumnnya memilih pemimpin kafir. Knp anda2 tdk menghargai kami dalam menjalankan ibadah kami..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. KALIAN BERIBADAH KEPADA SIAPA ALLAH KAN ADAKAH ALLAH MENGAJARKAN HAL HAL SEPERTI ITU. ttd payong ( mohon ampun Allah ku )

      Hapus
    2. KALIAN BERIBADAH KEPADA SIAPA ALLAH KAN ADAKAH ALLAH MENGAJARKAN HAL HAL SEPERTI ITU. ttd payong ( mohon ampun Allah ku )

      Hapus
    3. KALIAN BERIBADAH KEPADA SIAPA ALLAH KAN ADAKAH ALLAH MENGAJARKAN HAL HAL SEPERTI ITU. ttd payong ( mohon ampun Allah ku )

      Hapus
  43. Dari foto dah keliatan ini mah Said Aqil and the gank

    BalasHapus
  44. Pilkada dan Almaidah 51 adalah dua hala yg terpisah. Kita sepakat siapapun itu WNI punya hal yg sama. Lalu apakah salah jika ulama/ustadz berdakwah dgn jemaahnya untuk mengajak memilih pemimpin sesuai syariah? Sudahlah kiyai saya org awam saja mengerti apa yg sedang terjadi. Saya mau tanya juga paj kiyai? Adakah ormas islam yg melarang fan mencabut haknua ahok untuk mencalon dan ducalonkan? Tidak ada kan...? Kenapa anda kebakaran jenggot...? Sudahlah biarkan mereka bwrkompetisi, pendeya silakan digereja andaemgajal jamaah anda untuk memilih pemimpin sesuai kriteria kalian, ulama/ustadz silakan kalian ceramah mengajak jamaah kalian untuk memilih pemimpin sesuai syariat. Titik.

    BalasHapus
  45. Kita semua sedang diuji dengan sebuah persoalan yang menuntut kita untuk tidak emosional dalam berpikir, bertutur, dan bertindak. Komentar Ahok seperti sebuah "PR" bagi umat Islam di Indonesia. Perlu diketahui juga, umat Islam di Indonesia terkenal dengan fanatisme yang luar biasa. Komentar-komentar yang terkesan menyudutkan umat Islam akan dipandang sebagai sebagai suatu sinyal permusuhan, apalagi jika disuarakan oleh mereka yang non muslim. Tentu ini sangat berbahaya jika masyarakat muslim menterjemahkan menurut sudut pandangnya saja. Padahal, dalam konsep keseimbangan berkehidupan, setiap komentar yang dikeluarkan harus ditinjau kembali dari berbagai sudut pandang. Sikap yang cenderung emosional hanya akan menunjukkan kebodohan kita karena tidak mampu menanggapi setiap persoalan dengan kepala dingin. Ketakutan Ahok dalam menghadapi persaingan politik telah membuat beliau harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan para pemilih yang konon masyarakatnya mayoritas merupakan orang muslim. Terlepas dari beratnya tantangan yang harus dihadapi, Ahok harus berani berterus terang dan mengakui, bahwa komentarnya terlalu berlebihan dan lepas kontrol karena dapat mengganggu keharmonisan kerukunan dan toleransi beragama di Indonesia. Beliau harus arif dan bijak dalam bertutur dan bertindak sebagai seorang publik figur, dan tidak boleh terkesan "asbun" (asal bunyi). Kepentingan pribadi beliau tidak boleh sampai mencederai semangat keanekaragaman agama dan kepercayaan sebagaimna yang tertuang dalam pasal 29 UUD 1945. Pesan saya khususnya kepada Ahok dan umumnya kapada seluruh warga negara Indonesia, mohon jaga lisan dan tindakan anda, jangan lepas kontrol, sehingga kebersamaan dan kenyamanan berkehidupan dalam bingkai NKRI yang sudah terbina dari dulu, menjadi tanggung jawab kita semua untuk kita jaga bersama-sama sepanjang masa.

    BalasHapus
  46. ahok yess...
    biar orang kate ape,,
    yang pastinya pak ahok yessss

    BalasHapus
  47. Kiai goblog goblog goblog goblog...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astagfirullah... mulutmu terlalu, istigfar mohon ampun kepada Allah SWT..

      Hapus
  48. Berarti banyak dong pak kyai ayat2dalam alquran yg gak releven di zaman sekarang apa kita nggak perlu meyakini kitab alquran itu dipakai sp akhir zaman cm dipakai pada waktu diturunkan aja. Innalilahi.
    Ada yg marah nggak klo misalkan ni misalkan ya...sy kutip ucapan ahok mau dibohogi dgn ucapan pak kyai..dibodohi bodohi gitu...biar anda semua yg ada disini percaya

    BalasHapus
  49. Berarti banyak dong pak kyai ayat2dalam alquran yg gak releven di zaman sekarang apa kita nggak perlu meyakini kitab alquran itu dipakai sp akhir zaman cm dipakai pada waktu diturunkan aja. Innalilahi.
    Ada yg marah nggak klo misalkan ni misalkan ya...sy kutip ucapan ahok mau dibohogi dgn ucapan pak kyai..dibodohi bodohi gitu...biar anda semua yg ada disini percaya

    BalasHapus
  50. Menurut saya Damai itu lebih asik, jika ahok kalah jd gubernur berarti dia tidak terpilih. Jika ahok menang tinggal menunggu limatahun lg atau periode berikutnya, Perjalanan masih panjang bagaimana Rakyat RI Terutama DKI.
    Masukan semata.

    BalasHapus
  51. Menurut saya Damai itu lebih asik, jika ahok kalah jd gubernur berarti dia tidak terpilih. Jika ahok menang tinggal menunggu limatahun lg atau periode berikutnya, Perjalanan masih panjang bagaimana Rakyat RI Terutama DKI.
    Masukan semata.

    BalasHapus
  52. Sistem pemerintahan islam is khilafah dengan pemimpin seorang kholifah untuk seluruh kaum muslim diseluruh dunia, warga negara nya boleh orang2 islan islam dan juga non islam, begitu keterangannya.trims.

    BalasHapus
  53. ada perbedaan antara ulama dan pura2 ulama. Ya kalau ulama harus tau isi surat Al maidah 51 itu jelas untuk menunjuk yahudi dan nasrani sebagai awliya yang bukan artinya pemimpin. Kalau ada ulama yang mengartikan awliya itu pemimpin, aku rasa otaknya kacau, karena bahasa arabnya arab nengdi. Terus dijelaskan oleh Allah di surat dan ayat yang sama, yahudi dan nasrani yang mana yang tidak boleh? yaitu yahudi dan nasrani yang satu sama lain saling melindungi. Nah, untuk tegasnya awliya itu bukan pemimpin, tetapi arti awliya itu pelindung, temen dekat dan penolong. Jadi Allah Swt sudah memberi tahu, nasrani yang mana dan yahudi yang mana yang tidak boleh dijadikan awliya (pelindung, teman dekat, penolong). Seperti contoh, indonesia berteman dengan USA atau RUSIA? kita lihat ayat di atas, dimana satu sama lain saling melindungi, maka seharusnya kita pilih rusia karena rusia tidak saling melindungi dengan israel. Begitu penjelasan Al Quran dengan tegasnya supaya ummat tidak salah. EHHH Ulama kepentingan ini buat macam2, biarlah ummat bodoh asal kepentingan mereka tercapai, ULAMA APAAN INI? banyak sekali mengaku ulama padahal mereka tidak lebih dari para artis yang dibayar untuk hal2 kepentingan. Mereka bodoh, tapi dengan balutan sorban dan peci serta pakaian tertipulah ummat islam di indonesia ini dengan kata2 mereka. Kalau dia ulama betulan, seharusnya seperti KH Ahmad Ishomuddin ini. Atau Quraish Shihab. Ini Ulama, tetapi mereka yang punya kepentingan dan keras hati seperti batu karena kebencian dan kepentingan, maka apapun yang dijelaskan tidak akan mampu membuat mereka lebih mengerti dan lebih paham akan kajian AL Quran ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bung Palangi Farm Seharusnya anda yang jadi ketua majelis ulama tapi versi sesatnya, karena ilmu anda jauh lebih tinggi dari Ulama yang asli...Hebat euy...

      Hapus
  54. Ini sebenarnya apa sih..??kok pak kyai nya tau niat pak ahok? Kita juga sama2 tau pak ahok itu ngomong kadang ga mikir..asal ceplos aja.. Padalah bukan wilayah beliau masuk menafsirkan surat kitab suci al quran.. Apalagi menyalahkan.. Mohon maaf, seandainya saya mengatakan masyarakat di bodohi dengan surat salah satu di dalam injil?? Pasti marah kan?? Pasti dong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Engga, mau anda injek injek pun tidak akan marah.. Itu lah perbedaan kami dengan kalian, kami mengampuni orang yg bersalah kepada kami, bahkan mengasihi.
      Lagi pula itu konteks nya bukan ayat suci nya yg membodohi, tapi orang yg menggunakan ayat suci untuk kepentingan terselubung dan membodohi masyarakat.

      Hapus
    2. Kiyai kok Nyeleneh gitu..bahkan yang Atheis (tidak percaya adanya Tuhan) pun punya Hak untuk menjadi Pemimpin, tapi masalahnya bukan itu pak Kiyai, Sebagai orang yang beriman wajib mentaati Alqur'an dan itu sesuai tuntunan agama, tentu saja tdk bertentangan dengan Pancasila dan UUD'45 umat islam juga punya hak melaksanakan agamanya... (piye sampeyan) para ulama hanya mengingatkan umat aja... Darimana Pak kiyai tau kalau Ahok tidak punya niat ? emang niat harus dibilang jg ?... Nah makanya Umat islam mendesak agar Ahok ditabayyun, didalam persidangan biar adil,.. kan itu yang didesak agar polisi dan pihak berwenang segera men-tabayyun-kan Ahok... biat jelas semua. para Ulama tidak ada melarang orang memilih Ahok.....

      Hapus
  55. Ini sebenarnya apa sih..??kok pak kyai nya tau niat pak ahok? Kita juga sama2 tau pak ahok itu ngomong kadang ga mikir..asal ceplos aja.. Padalah bukan wilayah beliau masuk menafsirkan surat kitab suci al quran.. Apalagi menyalahkan.. Mohon maaf, seandainya saya mengatakan masyarakat di bodohi dengan surat salah satu di dalam injil?? Pasti marah kan?? Pasti dong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  56. Belajar bahasa Indonesia dengan benar .Pahami setiap kata .

    Jadilah Islam yang berilmu

    BalasHapus
  57. Tulisan ini selain tidak mencerahkan saat ada yg melecehkan ayat...jg mengsabotase gambar. Tidak ada gbr KH Ahmad Ishomuddin...yg ditampilkan KH Musthofa Bisri, KH.Slamet Effendi (alm.) dan KH.Said Aqil Sy. Wahh ...ini kacau..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  58. Itu acara saat KH Musthofa Bisri mengundurkan diri dr pencalonan Rais Am PBNU..tgl 3 Agustus 2015. Tulisan ini memang tidak baik niatnya.

    BalasHapus
  59. Makna Awlia menurut saya dlm terjemahan Indonesia dg pemimpin dlm implementasi amaliyahnya terlalu berbahaya. Karena kalau hanya maknanya pemimpin..berarti boleh bersekutu dan berteman dg non muslim dlm hal menggadaikan keimanan dg harga yg murah. Tapi sebaliknya bila diartikan sebagai larangan bersekutu dan berteman dg menggadaikan iman...otomatis makin dilarang untuk memilih pemimpin non muslim...karena dampaknya yg lebih luas bagi kemaslahatan umat. Allah sdh membimbing kita untuk keadaan yg lebih baik. Dengan tetap bermuamalah secara baik dgn saudara non-muslim.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menafsirkan ayat tersebut sudah susah, jangan ditambah kalimat "menggadaikan iman dgn harga yang murah", jelas sekali ayat tersebut tidak ada kalimat menggadaikan..dan ujung2nya balik lagi ke konteks pemimpin pemerintahan..

      Memenggal ayat kemudian ditafsirkan dgn pemahman sendiri bisa menimbulkan paham yang salah.

      Baca seluruh kisahnya, jgn satu ayat saja untuk membuat kesimpulan..

      ayat 51 adalah penggalan dr kisah di jaman perang antar umat muslim dan yahudi,nasrani..

      jika anda dalam kondisi perang mmg akan sangat merugikan bila berteman dengan lawan..

      Hapus
    2. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  60. Wah memang bagus neh islam NU yang satu ini..tidak membeda bedakan SARA..yang penting buat Negara ini maju dan bebas korupsi ya pak Kiyai..

    BalasHapus
  61. Tanya sama Ko Ahok dan Allah SWT saja apa maksud dari kalimat mereka, gitu aja koq repot

    BalasHapus
  62. Saya tidak banyak panjang lebar bicara
    Cuman pengen bilang aja "DIBAYAR RECEH BERAPA PA KYAI HINGGA RELA MENUTUP MATA DANBHATI??

    BalasHapus
  63. Saya tidak banyak panjang lebar bicara
    Cuman pengen bilang aja "DIBAYAR RECEH BERAPA PA KYAI HINGGA RELA MENUTUP MATA DANBHATI??

    BalasHapus
  64. Berfikirlah yg matang, mana yg lebih banyak perubahan jauh lebih baik.. Ambil positifnya jangan negatif terus..
    Pembangunan nyata jelas terlihat, ketimbang pembangunan buat perut sendiri..
    Pemilih yang berdasarkan AGAMA itu salah besar !
    Agama itu keyakinan diri, iman kita.. Tidak ada sama sekali sangkut pautannya dengan pemilihan gubernur..
    Saya muslim, tapi saya sangat suka dengan kepemimpinan AHOK
    Pembangunan NYATA dan UANG negara terlihat untuk pembangungan tsb

    Banyak penggusuran ini itu, untuk kebaikan bersama.. Walau memang sedih melihatnya tapi untuk keindahan kotaa, dan bukan hak kalian yg tinggal di tempat yg tidak semestinya..
    Jadi, kalian harus berfikir ulang untuk berucap.. #positifthingking, no judge

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  65. setiap apa yg di utarakan apalagi seorang yg jadi panutan akan diminta pertanggung jawaban thd dirinya dan org 2 yg mengikutinya,alquran sdh jelas harga mati,masih di belakbelokan,klo kapasitas org seperti ini sdh mengeluarkan pernyataan orang yg kurang mengkaji akan mengikutinya,memang Rosululloh saw sdh memberitahukan akan datang ulama Shu` pd akhir zaman,kita harus waspada dlm menyikapinya,pandai dlm mengkaji,alquran ga akan salah,kalamulloh,,tunggu saja saatnya,,mari saudara sekalian jgn kita gampang dipengaruhi,,kembali ke alquran

    BalasHapus
  66. setiap apa yg di utarakan apalagi seorang yg jadi panutan akan diminta pertanggung jawaban thd dirinya dan org 2 yg mengikutinya,alquran sdh jelas harga mati,masih di belakbelokan,klo kapasitas org seperti ini sdh mengeluarkan pernyataan orang yg kurang mengkaji akan mengikutinya,memang Rosululloh saw sdh memberitahukan akan datang ulama Shu` pd akhir zaman,kita harus waspada dlm menyikapinya,pandai dlm mengkaji,alquran ga akan salah,kalamulloh,,tunggu saja saatnya,,mari saudara sekalian jgn kita gampang dipengaruhi,,kembali ke alquran

    BalasHapus
  67. Yang merasa dirinya ahli agama bahkan ahli surga silahkan berpendapat, tp alangkah indahnya jika ucap lisan atau pendapat anda juga yg islami sehingga penyampaian pendapatnya juga bisa dicerna dengan ikhlas oleh ummat beragama yg lain, karna negara kita men SAH kan beberapa agama yg juga punya hak mengeluarkan pendapatnya. Wacana yg saudara lontarkan dengan kasar justru menandakan saudara hanya ikut-ikutan heboh,karena islam pun tdk mengajarkan hal yg demikian. Oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  68. Yang merasa dirinya ahli agama bahkan ahli surga silahkan berpendapat, tp alangkah indahnya jika ucap lisan atau pendapat anda juga yg islami sehingga penyampaian pendapatnya juga bisa dicerna dengan ikhlas oleh ummat beragama yg lain, karna negara kita men SAH kan beberapa agama yg juga punya hak mengeluarkan pendapatnya. Wacana yg saudara lontarkan dengan kasar justru menandakan saudara hanya ikut-ikutan heboh,karena islam pun tdk mengajarkan hal yg demikian. Oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  69. Tapi Ketua Rais Aam NU (Rais Aam di atas Rais Syuriah lho ya) yang nandatangan surat keputusan MUI kemaren itu lho hihihi.

    Jadi ga usah ditanggapi, mosok bawahan ga ikut atasan nih ckckckck

    BalasHapus
  70. sudah saatnya hukum islam ditegakan,.,. Y Alloh jauhkanlah Kami dari Kemunafikan dan Kefasikan, fitnah dajjal. Amiiiin

    BalasHapus
  71. NEGARA berlandaskan pancasila...silhkan pemimpinnya sapa aja (memilih/tdk memilih)...TAPI kita muslim tetap memimpinnya para Kyai dan ustad (mutlak)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  72. Jangan mudah mengkafirkan org... di Alkitab jg disebutkan, jaman dulu ada 3 jenis manusia/orang..yg pertama orang kafir, yg kedua orang yahudi, dan yang ke-3 orang Nasrani...orang kafir itu maksudnya orang yg tdk beriman kepada Tuhan atau org yg Atheis..jadi jangan seenaknya bilang orang Nasrani itu orang Kafir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kafir itu menolak dan mengingkari ayat ayat kebesaran Allah SWT

      Hapus
  73. Dasar liberal Nu sdah berubah, ia telah menjual agamanya dasar fasik liberal aku takkan rela Tubuhku ini taklid sama kyai Nu laknat, Sambutlah daulah islamiyah, yang masih dukung NKRI berarti tunduk sama dajjal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
    2. SENYUM #Kalau begitu silakan anda KELUAR sekarang juga dari INDONESIA!!!atau perlu saya laporkan sebagai penyelundup?????

      Hapus
  74. Jangan sembunyikan kebenaran pak ustaz, katakanlah yang benar itu walaupun pahit, hakikatnya begini jika kita menjalankan Agama dengan benar sesuai Al-Quran dan Al-Hadits Syahih berarti kita sudah menjalankan Pancasila. Itu adalah cita-cita pendiri Negeri Kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  75. Balasan
    1. Beginilah kalau media abal abal, judul dan isi tulisan aja gak nyambung, Media ini memang dibuat untuk mengadu domba sesama ummat Islam, belum tentu isi tulisan diatas benar omongan Rais NU, dan yang begini ini banyak macamnya... tinggal kita aja Ummat Islam yg harus pintar pintar menyaringnya...

      Hapus
  76. Tuntuntun umat muslim itu seluruh dunia Quran dan hadist
    Apa yg diperintahkan Quran dan hadist yg sdh jd panutan, tinggal ikuti saja !
    Sudah dipastikan kebenarannya.
    Sarankanku, silahkan kaji kembali Quran dan hadist nya

    BalasHapus
  77. Kalau saya baca, para komentar terbagi dlm 2 kelompok besar. Kelompok 1, menjadikan kepentingan berbangsa dan bernegara lebih prioritas dari pada beragama(sekuler) Dan menjadikan/mengabaikan agama sbg alat bernegara, silahkan itu pilihan anda,nikmatilah kehidupan dunia anda yg hanya sekejap ini. Yg ke 2. Menjdikan agama lebih prioritas dari kehidupan dunia/bernegara, selamat berbahagia. Se sengsara nya adzab di dunia gak seberapa dibanding adzab di akhirat. Ingatlah sabda nabi SAW,di akhir zaman islam hancur krn 3 hal: 1. Pemerintah yg dzholim, 2. Mujtahid yg bodoh 3. Ulama yg jahat(memlintir ayat sesuai hawa nafsunya)

    BalasHapus
  78. inilah komentar yang sangat menyejukkan.. pantaslah klo keluar dari Ulama sejati.. Sukron. semoga kita tidak dibutakan dengan hawa nafsu (summun bukmun umyun fahum layarjiun)...

    BalasHapus
  79. ternyata banyak umat islam zaman sekarang yang munafik, baik itu dikalangan ulama/kiyai,pejabat dan rakyat biasa. munafik adalah DOSA BESAR, mudahan kita tidak menjadi orang munafik dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama islam

    BalasHapus
  80. Ngaji cuma alquran terjemah ya begitulah.komentarnya mentok, argumennya mentok, semua serba mentok. Alquran itu firman Alloh untuk Nabi /orang yang di pilih. Ketika sampai pada umat /orang biasa maka harus ada ilmu pendukung untuk bisa mengetahui asli kebenaran maksud dari ayat. Karena alquran itu selain tersurat juga tersirat /rahasia maksud. Didalam memahami isi alquran Harus di sertai asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat), tafsir alquran, nahwu sorof (ilmu bahasa), mantiq & bayan,dll. Tidak cuma beli quran terjemah, di hafalkan terus ndalil kesana kemari dan menyalahkan Kiyai yang mondok /mesantren puluhan tahun, menyalahkan ulama yang sudah hafal puluhan ribu hadits sohih.
    ANDA SIAPA?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya setuju, bikin malu NU saja, dulu NU begitu disegani dan marwah nya tinggi, sayang sekarang ada oknum kiyai yang gagal paham seperti ini

      Hapus
  81. kyai kbnyakan makan duit harom bgtu dech komentarnya.. :v

    BalasHapus
  82. Munafik ...munafik....gagal faham.....kyai...ko. nyalahin kyai....yg mo bela agama..... mana aksimu membela agama Allah....cuma omong doang....yg penting. Action....ikhtiar...berusaha....hasil kita serah Allah....jangan jadi orang2 munafik dhadapan Allah.....AllahuAkbar......AllahuAkbar.....
    Bravo....aksi damai bela islam II.....Maju trus pantang mundur hidup fpi....hidup...umat islam....

    BalasHapus
  83. Saya jg agama islam tp kenapa hati saya tidak setuju dengan orang2 islam yg menyatakan dirinya islam dan menghujat orang seenaknya,,islam sebenarnya bukan hanya di logika otak dan kertas tapi lebih ke hati dan nurani itulah islam rahmatanlilallamin,,banya yg bergelar kyai atau ustad2 tapi nyatanya hati mereka mudah di bohongi dengan isu2 gak jelas,makanya kalo memang ingin jadi islam yg sebenarnya jangan hanya ilmu kertas yang di Tuhan kan dan di jadikan senjata buat menghakimi seenak jidat,tp islam itu adalah hati ,ya blajar hati bukan blajar kertas2 dan kertas tp gak pernah mengajarkan makna2 nya sampai ke lubuk hati. Orang islam sebenarnya lebih menghargai sesama baik non muslim atau muslim..seandainya saya jd presiden.saya akan dirikan tiap2 tempat pondok tauhid hati yg sebenarnya bukan hanya hafalan kertas tp sifat dan hati gak jauh dari iblis,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lebih banyak saudara yg bisa memahami sepertimu.

      Hapus
  84. Saudara2 ku muslim/muslimat ,pancen wis jamane iki,durjono uro2 wong suci setengah mati, barang olo podo di belani,barang kang apik podo di singkrihi/di jauhi, wis to...teguhkan hati,jaga aqidah,dng keyakinan allahu akbar,laa haula walaa quwwata illa billahil'aliyyil'adhiimi.

    BalasHapus
  85. Androm09,arif dan bijaksana. Ilmu tauhid golongan makrifat

    BalasHapus
  86. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  87. Bagi saya Ulama ada kriteria sendiri...karena banyak ulama karbitan..maaf.

    BalasHapus
  88. Bagi saya Ulama ada kriteria sendiri...karena banyak ulama karbitan..maaf.

    BalasHapus
  89. Hai saudara saudaraku kenapa anda bersih keras mau jadikan negara yang damai ini memjadi negara yang mengerikan seperti negara surya dan Iraq.sadarlah kalian bahwa anda sedang di permainkan oleb pihak ke tiga.

    BalasHapus
  90. Inilah orang yg digolongkan kaum munafik....dia lebih takut kpd si ahok drp kpd Allah....

    BalasHapus
  91. Sangat betul dalil-dalil di atas. Konteksnya kan "jangan jadikan" berarti ada pilihan untuk menjadikan atau tidak menjadikan. Di negara kita ada konsep demokrasi, yg suka silakan pilih sebaliknya yg tidak suka dengan alasan iman dan macam-macam kan kita tinggal ngga usah pilih.

    BalasHapus
  92. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus