photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Saat Jokowi kejar swasembada pangan, cangkul diimpor dari China

BERITA INDONESIA

Bertepatan dengan Hari Pangan Se-dunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi meninjau langsung lokasi panen raya padi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini, Jokowi mengatakan hasil produksi padi di Boyolali pada tahun 2016 meningkat tajam dibanding tahun 2015.

"Melihat hasil dari Inpari 32 yang biasanya kita rata-rata itu hanya 5 sampai 5,5 ton per hektar, Inpari 32 kini bisa sampai 10 sampai 11 ton. Artinya hampir 2 kali lipat hasil yang sudah dicoba di Boyolali ini," ungkap Jokowi saat memberikan keterangan pers, di Boyolali, Sabtu (29/10).

Meningkatnya hasil produksi ini, Jokowi memastikan stok beras nasional tersedia hingga Mei 2017 dan tidak akan ada impor. "Saya pastikan sampai akhir tahun tidak ada impor."

Menurut Jokowi, peningkatan hasil produksi di Boyolali disebabkan dua hal. "Karena memang, pertama tahun ini air melimpah. Kedua, penggunaan benih-benih unggul memberi hasil yang baik," jelasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, persediaan atau stok beras pada September hingga Oktober 2016 mencapai 1,9 juta ton. Angka ini meningkat jauh dari tahun sebelumnya yakni 1,3 juta ton. "Artinya peningkatan memang sangat drastis sekali," ujar dia.

Kendati sudah mengalami perubahan signifikan dalam produksi, Jokowi mengaku belum berencana mengekspor padi.

"Saya kira lebih baik kita memperbesar stok dulu baru kita berbicara ke arah ekspor. Meskipun ekspor untuk kualitas-kualitas saya kira sudah setiap tahun dimulai. Sejak tahun lalu," tuntasnya.

Tak hanya beras, Jokowi juga berambisi menghentikan impor jagung pada 2018 mendatang.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar