photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Panglima: TNI tak mentolerir provokasi dan politisasi SARA!

BERITA INDONESIA

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan kepada anggotanya tidak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama, ras dan golongan. Menurutnya, TNI harus berdiri tegak di atas semua golongan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

"Sebagai alat negara, TNI tidak mentolerir gerakan-gerakan ingin memecah belah bangsa, mengadu domba dengan provokasi dan politisasi SARA. TNI akan menjadi garda terdepan untuk menghadapi setiap kekuatan ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Gatot Panglima TNI.

Gatot menyampaikan ini kepada seluruh prajurit pada acara silaturahmi BPP OI dengan TNI tahun 2016 di GOR Heroik, Grup-1 Kopassus, Serang, Banten, Minggu (30/10).
Panglima TNI di acara silaturahmi BPP OI puspen TNI

Gatot menyatakan TNI tetap memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta selalu membela ideologi negara. "TNI akan mengerahkan apapun juga untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga kebhinekaan," katanya.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo sebagai Panglima Tertinggi telah memberikan amanat kepada TNI agar memegang teguh jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. TNI juga diperintah agar menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan, menjaga persatuan Indonesia serta Kebhinneka Tunggal Ika.

"TNI harus terus berada dalam garda terdepan dalam mengelola dan menjaga Bhineka Tunggal Ika," tegas mantan Pangkostrad itu.

Gatot menekankan kepada seluruh prajurit agar selalu bersama rakyat dalam menegakkan persatuan NKRI. "Tegakkan kesatuan komando dan jangan ragu bertindak untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Para panglima dan komandan titip prajuritmu, mereka adalah anak-anakku, pimpin mereka dengan segenap hati dan pikiranmu," tegasnya

Gatot kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang berdasarkan hukum dan menghimbau masyarakat untuk selalu berpikir cerdas dalam rangka menjaga keutuhan bangsa. "Kita adalah negara berdasarkan Pancasila, siapa pun yang bersalah serahkan kepada aparat hukum, Kepolisian Republik Indonesia, jangan semau-maunya bertindak sendiri, karena ada proses hukumnya," pesan Gatot.

Gatot mengatakan bahwa TNI selalu siap untuk mengantisipasi segala upaya dan kegiatan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI. "TNI all out dan siap mengerahkan kekuatan, termasuk saya, TNI siap setiap saat selama 24 jam. TNI siap BKO kan pasukan kepada Polri, kita berada di belakang dan Polri di depan," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut yaitu Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Wakabin Letjen TNI (Purn) Torry Djohan Banguntoro, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Herindra, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Para Asisten Panglima TNI, Dankormar Mayjen TNI (Mar) RM Trusono, Dan Korps Phaskas Marsda TNI Adrian Wattimena, Danjen Kopassus Brigjen TNI Madsuni dan Kapuspen TNI Brigjen TNI Wuryanto.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar