photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Megawati mulai serang lawan Ahok, tak punya bukti perbaiki DKI

BERITA INDONESIA

Tensi politik DKI Jakarta seiring makin dekatnya pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2017 makin panas. Masing-masing bakal calon gubernur dan wakil gubernur mulai pasang kuda-kuda dan adu gagasan untuk dapat menarik simpati hati warga Ibu Kota.

Tak hanya pasangan calon, pendukung juga mulai memanaskan mesin partai politiknya. Mereka membuat timses, posko, mengatur jadwal blusukan kandidat dan jurus-jurus jitu lainnya agar kandidat yang diusungnya dapat menang.

Tak tanggung-tanggung, masing-masing ketua umum partai pendukung pasangan calon juga telah menyatakan kesiapannya untuk turun gunung langsung melakukan kampanye. Sebut saja Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan ketua umum lainnya.

Walaupun masa kampanye belum dimulai, tetapi sosialisasi visi misi sudah gencar disampaikan kepada masyarakat Jakarta. Sebut saja PDIP yang mengusung inkumben, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saeful Hidayat, yang menyatakan siap beradu bukti.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta Ahok-Djarot lebih mengutamakan untuk 'menjual' bukti daripada janji-janji. Terlebih, kata Megawati, dua pasangan calon lainnya yaitu Agus Yudhoyono dan Anies Baswedan tidak memiliki pengalaman menjabat sebagai kepala daerah.

"Dua pasang katakan begini begitu. Tapi kan belum ada bukti. Bukan Saya bela Pak Ahok-Djarot. Tapi program-program Ahok-Djarot perlu ditampilkan karena masyarakat kita perlu bukti," kata Megawati di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (10/10).

Megawati juga berharap tak ada isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam Pilkada DKI tahun 2017. Dia berharap ada baiknya tiga pasangan Cagub dan Cawagub DKI lebih mengedepankan tarung ide dan program dalam memperebutkan hati warga Jakarta.

Saat ini Ahok sedang diserang dan dikritik habis soal isu SARA. Bahkan, gara-gara menyinggung soal SARA, Ahok dilaporkan ke polisi oleh Muhammadiyah dan ormas lainnya.

Kasus SARA muncul berawal saat Ahok mengutip surat Al Maidah ayat 51 yang dikaitkan dengan Pilgub DKI. Soal memilih pemimpin, Ahok menyebut 'dibohongi' dan 'dibodohi' pakai Surat Al Maidah ayat 51.

Ahok akhirnya minta maaf kepada seluruh umat Islam dan semua pihak yang merasa tersinggung atas ucapannya terkait Surat Al Maidah ayat 51. Tetapi Ahok tetap pada pendirian dan tidak mengakui jika dirinya salah walaupun telah minta maaf.

Megawati berharap semua pihak tak terpengaruh dengan isu SARA yang dipermainkan dalam Pilgub DKI 2017. Dia menyarankan lebih baik menyoroti program yang ditawarkan setiap calon.

Sedangkan ketua umum partai lain seperti SBY ataupun Prabowo Subianto sejak deklarasi pasangan calon belum menyampaikan pernyataan soal Pilgub DKI. Bahkan, SBY dan Prabowo terbilang belum terlihat alias turun gunung untuk mengawal dan mensosialisasikan kandidat yang diusungnya.

Seperti diketahui, Pilkada DKI tahun 2017 diikuti oleh tiga pasangan bakal cagub dan cawagub. Mereka adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDIP, Golkar, Hanura dan NasDem.

Pasangan kedua, Agus Yudhoyono- Sylviana Murni yang diusung oleh Demokrat, PAN, PKB dan PPP. Sementara, Partai Gerindra dan PKS mengusung pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar