photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Vietnam Sambut Baik Permintaan Indonesia Terkait Ekstradisi 8 WNI Perompak


Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, Negara Vietnam menanggapi positif permintaan ekstradisi pemerintah Indonesia terhadap delapan perompak WNI Kapal Orkim Harmony yang berlayar di Pantai Barat Malaysia. "

Mereka (Vietnam) mempertimbangkan (ekstradisi). Oleh karena itu Kemlu sedang berkomunikasi intensif dengan pemerintah Vietnam," kata Sayfrudin di Rupatama Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016).

Sebelumnya, Syafruddin bersama Kementrian Luar Negeri Indonesia didampingi Duta Besar Indonesia di Vietnam langsung meminta kepada Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan, agar memproses ekstradisi tersebut kala berkunjung ke Istana Vietnam, pada Senin 26 September 2016.

"Kenapa kita minta di ekstradisi ke sini (Indonesia), karena teman-temannya yang delapan itu sudah divonis tujuh tahun penjara. Oleh karena itu kita minta untuk digabung supaya kita bisa menelusuri kembali otak daripada pelaku ini.

Ini semua masalah kemanusiaan intinya. Tidak ada masalah lain," jelas mantan Kalemdik Polri ini. Syafruddin menambahkan, kapal yang dipakai WNI untuk berlayar adalah kapal Malaysia, maka otak dari perompak ini adalah warga negara Malaysia.

"Karena kapalnya Malaysia dan otak daripada itu adalah warga negara Malaysia. Namun demikian kita masih berupaya, itu vonis masih keputusan tingkat pertama.

Kita sekarang sedang banding untuk tingkat kedua. Kita berupaya untuk berdiplomasi dengan pemerintah Vietnam untuk bisa diekstradisi ke Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, pengadilan Vietnam menjatuhkan putusan untuk delapan WNI yang ditahan karena membajak kapal tanker berbendera Malaysia 2015 lalu.

Delapan WNI itu akan diserahkan kepada otoritas Malaysia untuk diadili. Pada Juni 2015 lalu, delapan WNI itu ditemukan hanyut di atas perahu karet yang terdapat di pulau Tho Chu.
Kepada otoritas setempat, mereka mengaku mengalami insiden di laut.

Namun otoritas setempat mencurigai mereka karena mendapati para WNI itu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Mereka kemudian dituding membajak kapal tanker Orkim Harmony yang berbendera Malaysia dan ditangkap.

Baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama mengajukan permohonan ekstradisi untuk 8 WNI tersebut.
 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar