photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Sara Connor Kerap Berkelit Terkait Pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa


Tersangka kasus pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa, Sara Connor kerap berkelit kepada tim penyidik saat dikonfrontasi pernyataannya dengan David James Taylor terkait pembunuhan anggota Polsek Kuta tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan menuturkan, meski Sara Connor kerap berkelit dalam memberikan keterangan kepada tim penyidik dan tidak merasa bersalah atas pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa, namun pihaknya telah mengantongi sejumlah barang bukti.

Dari kita penyidik tetap ya, tersangka dalam kasus ini ada dua yang pertama David James Taylor dan Sara Connor.

Yang mana dari alat bukti yang sudah kita kumpulkan kuat untuk menetapkan dua tersangka," papar Reinhard kepada wartawan di Mapolresta Denpasar, Senin (5/9/2016).

Reinhard menerangkan, apabila Sara Connor membela diri dengan berkelit saat proses penyelidikan baik dalam pernyataan terpisah maupun saat konfrontasi, pihaknya akan tetap mempersangkakan keduanya sesuai dengan alat bukti. "

Alat bukti kita cukup untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka, nanti akan diuji di pengadilan," tambahnya. Alat bukti itu antara lain berupa hasil tes forensik keduanya, hasil visum, tes DNA, hingga tes narkoba serta handphone korban yang ditemukan saat proses rekonstruksi berlangsung di Perumahan Puri Gading Jimbaran. "

Alat bukti yang ada di tangan dan pahanya Sara sangat jelas gigitan yang dalam dari korban. Kalau kita secara normal saja kan enggak mungkin kalau tidak ada perlawanan dari korban nah itu," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sara Connor kerap menyangkal beberapa pernyataan David James Taylor saat dikonfrontasi oleh tim penyidik. Dari sana penyidik telah menyimpulkan bahwa Sara Connor pun terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut sebab ada beberapa luka di tubuhnya.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar