photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

OMG Gubernur Kafir itu Ternyata… ( Habis baca pasti gak bisa berkutik )

BERITA INDONESIA

WartaKota.top , -  Tak ada Gubernur di daerah lain yang punya dana operasional rata-rata hingga Rp 5 Milyar perbulan kecuali Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (AHOK).

Dana operasional Gubernur ini adalah mutlak wewenang dan hak dari AHOK dalam menggunakannya untuk keperluan apapun juga terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai kepala daerah.

Sebab dana ini adalah sebagai kompensasi atas usaha yang dilakukan dalam rangka memperoleh PAD (Pendapatan Asli daerah), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2010 tentang tunjangan operasional Kepala Daerah.




Tunjangan operasional ini dalam bentuk insentif pajak dan retribusi.

Terkait dengan peraturan tersebut AHOK pernah menjelaskan, apabila di sebuah provinsi memiliki PAD sebesar Rp 500 miliar, maka Gubernur berhak mengambil 1 persen dari dana tersebut.

Sama halnya seperti yang pernah ia lakukan ketika menjabat sebagai Bupati di Belitung Timur.

Oleh karena untuk DKI Jakarta PAD-nya mencapai triliunan rupiah maka Gubernur hanya diberikan hak untuk menggunakan 0,15 persen di antaranya.

“Kami pun bingung pakainya, makanya hanya pakai 0,1 persen dan itu pun masih lebih. Jadi, saya ambil 0,12 persen. Saya mau kasih uang operasional saya kepada Walikota dan SekDa supaya kalau ke kawinan atau undangan, mereka ada uang,” kata AHOK.

Bila Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta tahun 2015 sebesar Rp 44 Triliun pertahun, maka untuk tahun ini kemungkinan besar akan meningkat.

Dari jumlah tersebut maka dana operasional yang berhak diambil oleh Gubernur DKI Jakarta adalah sebesar Rp 60 Miliar pertahun atau Rp 5 Milyar perbulan.
Dengan demikian memang benar adanya bahwa Gubernur DKI Jakarta adalah Gubernur terkaya di Indonesia.

Bila AHOK mau menggunakannya untuk kepentingan pribadi, niscaya AHOK akan menjadi mantan pejabat yang kaya raya setelah jabatannya berakhir tahun depan.

Namun demikian yang terjadi justru AHOK adalah satu-satunya Gubenur yang mengembalikan sisa dana operasional ke kas negara sebesar Rp 4.8 Miilyar yang tidak sempat digunakan semasa menjalankan tugas bersama Gubernur Jokowi pada tahun 2014 lalu.

Selain AHOK, mana ada Gubernur lainnya di negeri ini yang mengembalikan uang operasional, ketika mereka lengser dari jabatannya?

Dana operasional Gubernur ini merupakan hak dari AHOK untuk menggunakannya bahkan bila mau, AHOK boleh saja mengambilnya untuk keperluan pribadi.

Namun AHOK tak pernah berniat untuk memperkaya diri sendiri dengan adanya dana operasional yang sangat besar tersebut.

AHOK menggunakan dana operasional Gubernur diantaranya untuk menolong warga miskin yang membutuhkan antara lain membantu membiayai warga kurang mampu yang sedang sakit, orang-orang cacat, anak-anak terlantar, menebus ijazah warga yang ditahan oleh sekolah atau perguruan tinggi karena belum melunasi uang kuliah, membantu meringankan beban keluarga mantan pejabat atau orang-orang yang dahulu pernah berjasa kepada negara dan lain sebagainya.

Dana operasional Gubernur itupun juga tidak semuanya dikuasai oleh AHOK namun sebagian didistribusikan kepada Wakil Gubernur, Walikota dan SekDa, setiap bulan AHOK memberikan jatah uang operasional kepada SekDa DKI  sebesar Rp 100 Juta yang penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada SekDa.

AHOK hanya berpesan agar uang tersebut digunakan sebaik-baiknya dalam melayani warga Jakarta.

Jadi jangan heran jika AHOK dapat menyumbang warga hingga ratusan juta rupiah, sebab AHOK memiliki dana operasional yang cukup besar.

Tapi dana ini sesungguhnya bisa saja ditahan oleh AHOK sampai akhir jabatannya dan dibawa pulang, sebab memang penggunaan dana tersebut tidak perlu dilaporkan kepada pihak manapun.






 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar