photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Jika Polisi Marah Di Tanya Surat Tugas Razia, Truuus Kita Harus Apa? Ini Jawabanya. {{ Sebarkan Jawaban Ini Agar Polisi Tidak Semena-Mena Pada Kita }}

BERITA INDONESIA
Jika Polisi Marah Di Tanya Surat Tugas Razia, Truuus Kita Harus Apa? Ini Jawabanya.


 
WartaKota.top , -  Dalam ketentuan perundang-undangan sangat jelas mengatakan setiap aksi razia harus menempatkan pelang sedikitnya 100 mtr. dari tempat petugas paling depan berjaga.

Mirisnya, bukan hanya tidak mematuhi, tiga polisi jalan raya jadi memukul pengendara yang ingin memastikan legalitas razia itu.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Nasser menilainya, tindakan itu tidak harusnya ditangani oleh aparat penegak hukum.

Mengingat pekerjaan dari Polisi yaitu membantu, membuat perlindungan, mengayomi dan melayani orang-orang, tidaklah jadi sebaliknya.

Menurut Nasser, permasalahan di atas harusnya berikan cukup alasan atasan ketiga polisi itu berikan sanksi tegas.

Apabila ketiga polisi itu tidak di beri sanksi, jadi citra Bhayangkara di mata orang-orang akan semakin alami penurunan.

 " Polisi yaitu teman orang-orang, apabila ada seperti ini tidak benar. Karena itu harus ditindak keras tidak bisa dilewatkan serta utama. Karena apabila ada buah apel yang busuk itu dalam satu keranjang itu hanya tinggal menunggu waktu apel yang lain busuk. Jadi sanksi hukuman harus jelas dan tegas, " katanya saat dihubungi merdeka. com, Selasa (17/5) malam.

Nasser memberi, tiga anggota kepolisian itu telah mencederai usaha dari Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dalam lakukan perbaikan citra petugas berseragam cokelat tersebut di hadapan beberapa orang.

Sebagai penegak hukum, harusnya mereka bertindak sesuai sama prosedur standar yang ada, tidaklah jadi tidak mematuhi ketetapan itu.

" Tindakan ketiga anggota kepolisian itu sesungguhnya, menurut saya tidak benar karena demikian mengganggu
usaha pimpinan Polri untuk lakukan perbaikan citra dalam gagasan peroleh kepercayaan umum, dan itu tidak bagus serta tidak sesuai dengan SOP (Standard Operational Prosedur), " jelas Nasser.

''Polisi harus menolong, membuat perlindungan, mengayomi dan melayani beberapa orang. Bahkan apabila ada beberapa orang memiliki permasalahan diberikan semacam pertolongan tidaklah dengan memarahinya, apabila benar dipukul jadi demikian keterlaluan, " sambungnya.

Di sisi lain, Nasser menginginkan beberapa orang turut ambil sisi dalam perbaikan citra kepolisian. Karena itu dia memohon agar apabila ada tindakan sama kembali bertahan untuk selekasnya mencatat nama petugas itu.

Bahkan apabila memang begitu mungkin saja tidak untuk segan-segan memfotonya. Tetapi data itu bukannya dimasukan ke media sosial, namun dilaporkan pada pihak yang lebih berwenang.

 " Beberapa orang apa yang butuh lakukan, apabila polisi yang harusnya menolong, bikin perlindungan, mengayomi dan melayani beberapa orang tidak berikan seperti itu? Beberapa orang tak perlu takut, difoto orangnya lalu dibawa ke kantor polisi. Misalnya yang tiga orang tadi di Ciputat, tidak butuh harus dibawa (laporannya) ke Ciputat, Tangerang, cukup dibawa ke Polsek paling dekat dilaporkan. Demikian paling utama itu, " tutupnya.

Lebih dahulu diberitakan, momen pemukulan ingindara oleh tiga orang polisi itu dihadapi Wisnuhandy Widyoastono.

Melalui akun Facebook miliknya, Selasa (17/5), Wisnu mengaku dipukuli tiga anggota kepolisian. Aksi kekerasan itu jalan saat dia ajukan pertanyaan surat pekerjaan mereka.

Bukannya dipenuhi, beberapa petugas jadi memarahinya hingga buat Wisnu demikian kali menjelaskan alasannya ajukan pertanyaan surat pekerjaan itu.

Tidak ada diduga, satu di antara polisi selekasnya memukul kepalanya, lantas diikuti dua relasi yang lain.

Mirisnya, komandan yang ada di depan korban hanya berdiam diri. Tak ada usaha untuk mengatasi aksi anak buahnya, waktu korban terpojok barulah atasan ketiga polisi itu memisahkan mereka.



 
 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar