photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Ini Strategi Golkar Menangkan Kembali Jokowi Jadi Presiden di 2019 Nanti


Partai Golkar menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) untuk Pemenangan Pemilu 2019. Telah menyatakan siap menjadikan Joko Widodo sebagai calon presiden, Golkar mulai mempersiapkan pergerakan mesin partainya.

"Secara politik kami melakukan apa yang menjadi tugas partai mendukung segala program-program pro rakyat pemerintahan Jokowi dan sejalan dengan itu kami juga bergerilya melakukan langkah politik ke rakyat langsung," ungkap Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indoensia I Golkar, Nusron Wahid.

Hal tersebut disampaikannya di acara pembukaan Rakornis Partai Golkar di Menara Peninsula, Slipi, Jakbar, Jumat (2/9/2016) malam. Wilayah Indonesia I yang dipimpin Nusron mencakup Pulau Sumatera dan Jawa.

Saat Jokowi bekerja untuk mensejahterakan rakyat, Golkar bersedia menjadi motor dalam urusan politik. Tujuannya adalah agar Jokowi bisa kembali memimpin Indonesia pada periode berikutnya.

"Itu meyakinkan kenapa Presiden Jokowi harus didukung lagi untuk periode keduanya di tahun 2019 nanti. Dengan kami melakukan langkah politik ini, harapannya Presiden bisa fokus bekerja, bekerja, dan bekerja," ujar dia.

"Tenang ngurus rakyat dan negara, mengimplementasikan Nawacita. Dukungan rakyat di bawah, biar itu menjadi tugas kami," lanjut Nusron.

Dalam menyiapkan strategi pemenangan Presiden Jokowi di Pilpres 2019 nanti, Rakornis Partai Golkar yang pertama ini dilakukan Pemenangan Pemilu Indonesia I yang meliputi 16 provinsi se-Jawa dan Sumatera. Materi antara lain pengarahan kebijakan partai dalam memenangkan pileg dan Pilpres serentak 2019.

"Kemudian bagaimana semua struktur partai dalam berkomunikasi, baik komunikasi langsung maupun melalui media yang memudian menjadi opini publik," sebut Nusron.

Materi penting lainnya yang akan dibahas dalam rakornis ini adalah soal keanggotaan dan kaderisasi terkait dengan rekruitmen dan pendidikan saksi. Semua itu akan dibahas dan dimatangkan sebagai strategi partai dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan upaya memenangkan kembali Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

Tak hanya itu, Rakornis juga akan melihat bagaimana pelaksanaan musda-musda hingga musdes atau muslur. Ini terkait dengan konsolidasi. Partai Golkar disebut Nusron juga akan melalukan pemetaan dengan basis pemilu 2014 untuk kemudian menentukan target perolehan suara dan kursi pada pileg 2019 dan pemenangan pilpres 2019.

"Terakhir, hal penting yang dibahas dalam Rakornis ini adalah persiapan Pilkada 2017 dan 2018. Penting menguatkan mesin partai karena dalam waktu dekat kita harus sudah menyiapkan pembentukan badan saksi nasional yang diawali di daerah yang ikut pilkada 2017," urai dia.

"Ini konsolidasi sumber daya Partai Golkar dalam rangka memenangkan Pemilihan presiden tahun 2019 yaitu Pak Jokowi. Saya kira partai pertama di Indonesia yang paling siap untuk pemilu adalah Golkar. Karena sudah punya calon presiden, yang lain belum punya," tambah Nusron.

Pada Pilpres 2019 nanti, Partai Golkar sudah menargetkan lebih dari 50 persen kemenangan untuk Jokowi. Strategi dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan terhadap rakyat.

"Targetnya pak Jokowi menang, minimal 60 persen. Strateginya dengan kami mengabarkan tentang keberhasilan pemerintah, dan melakukan advokasi-advokasi terhadap rakyat yang belum bisa menikmati program-program pemerintah," papar Kepala BNP2TKI itu.

"Kedua melakukan konsolidasi mesin politik sampai ke RT/RW. Ketiga membuat program-program yang menyentuh kepada rakyat secara langsung dalam rangka mensejahterakan rakyat," sambung Nusron.

Contoh nyata yang dilakukan Golkar adalah dalam hal advokasi kepada masyarakat. Seperti advokasi tentang ekonomi, advokasi kredit usaha rakyat, advokasi lembaga zakat, infaq dan sodaqoh untuk bidang agama.

"Kan masih banyak lembaga yang belum punya. Nomor empat advokasi tanah wakaf yang masih banyak berserakan. Ini akan kita advokasi dalam rangka untuk mengakeskan program-program pemerintah kepada rakyat," ucap Nusron.

Soal Golkar yang dianggap mencuri start dalam hal Pemilu 2019 oleh partai-partai lain, itu tak terlalu dianggap sebagai hambatan politik. Menurut Nusron, lebih baik persiapan dilakukan jauh-jauh hari ketimbang terburu-buru ketika saatnya tiba nanti.

"Dulu orang mengatakan Golkar dukung Ahok akan berubah. Berubah atau tidak? Nggak kan. Kalau dibilang Golkar terlalu cepat dalam rangka persiapan pemilu, namanya persiapan makin pagi makin bagus. Kenapa dipersoalkan?" tandas Nusron.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar