photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Alasan Pemerintah Tak Naikkan Harga Rokok hingga Rp50 Ribu


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menetapkan kenaikan cukai rokok rata-rata 10,54 persen. Adapun kenaikan harga jual eceran (HJE) ditetapkan sebesar 12,26 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah memang berupaya untuk menekan konsumsi rokok.

Hanya saja, bukan berarti pemerintah dapat semena-mena melakukan kenaikan harga rokok mengingat tingginya nilai ekonomi yang harus ditanggung.

"Jadi kita sudah diskusi dengan semua pihak. Memang kenaikan untuk tahun ini kan lebih kecil dari tahun lalu 11,33 persen. Jadi semuanya tetap menjadi perhatian kami," kata Sri Mulyani di Kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Sementara itu, Direktur Jenderal Bea Cukai mengatakan bahwa kenaikan harga rokok ini memerlukan banyak pertimbangan.

Untuk itu, tak mudah untuk langsung menaikkan dengan harga hingga Rp50 ribu per bungkus. Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok.

Untuk tahun 2017 pemerintah mengeluarkan kebijakan cukai yang baru melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor: 147/PMK.010/2016.

Dalam kebijakan baru ini menyebutkan kenaikan tarif tertinggi adalah sebesar 13,46 persen untuk jenis hasil tembakau Sigaret Putih Mesin (sPM) dan terendah adalah sebesar 0 persen untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan IIIB, dengan kenaikan rata-rata tertimbang sebesar 10,54 persen.

Selain kenaikan tarif, kenaikan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata sebesar 12,26 persen.

Dengan demikian, harga rokok juga akan mengalami kenaikan pada tahun 2017 mendatang.

Hal utama yang menjadi pertimbangan kenaikan adalah pengendalian produksi, tenaga kerja, rokok ilegal, dan penerimaan cukai.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar