photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Tim Pencari Fakta Sebut Ada Tiga Bagian Penting dalam Video Freddy Budiman


Tim Investigasi Pencari Fakta Gabungan (TPFG) menemukan tiga bagian penting di dalam video testimoni bandar narkoba Freddy Budiman (FB) semasa hidup.

"TGPF telah menyaksikan copy video yang dibuat oleh Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM.
Secara umum dapat disampaikan bahwa ada tiga bagian dalam video tersebut; bagian pertama berdurasi 39 detik, kedua berdurasi 18 menit 43 detik, dan ketiga 1 menit 25 detik.

Video tersebut dibuat pada 28 Juli 2016 pada sekitar jam 17.00 lewat secara berurutan," kata salah satu anggota TPGF Hendardi dalam keterangan pers yang diterima Selasa (30/8/2016).

Hendardi menjelaskan, pada bagian pertama ditemukan perjalanan spiritual pribadi Freddy selama di penjara hingga menjelang proses eksekusi, yang mengaku telah bertobat.

Kemudian pada bagian kedua terdapat semacam evaluasi dan saran yang menyangkut penanganan narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan dalam kaitannya dengan upaya untuk menghapuskan praktik peredaran narkoba di lapas.

"Dalam video tersebut, FB juga menghimbau agar penanganan napi narkoba dilakukan secara ketat, tidak dipindahkan dari satu penjara ke penjara lain, termasuk keharusan adanya isolasi dari napi lain," tambahnya.
Sedangkan pada bagian ketiga, Hendardi menyebutkan persoalan yang menyangkut nama-nama aparat. Namun demikian, nama yang disebutkan tidak ada kaitannya dengan aliran dana narkoba kepada petugas sebagaimana kesaksian Freddy ke Koordinator KontraS Haris Azhar (HA).

"Benar ada disebut setidaknya tiga nama. Namun tidak dalam kaitannya dengan aliran dana sebagaimana kesaksian FB kepada HA (Koordinator KontraS).

Kami sengaja tidak menyebut nama atau inisial untuk menghindari interpretasi yang keliru karena berpotensi mengganggu proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk untuk memastikan adanya perlindungan hak bagi seseorang," lanjutnya.

Hendardi menjelaskan bahwa video tersebut hanya salah satu petunjuk awal di tengah keterbatasan petunjuk-petunjuk awal dari kesaksian Freddy.

Oleh karena itu, Hendardi menyarankan penyidik untuk terus menelusuri kembali petunjuk-petunjuk lain untuk memperkuat bukti aliran dana nakoba kepada petugas sebagaimana yang kerap disampaikan Haris.
Seperti yang diketahui TPFG merupakan bentukan Polri yang diketuai oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Dwi Priyatno.

Anggota tim terdiri dari 18 orang yang juga mengikutsertakan pihak eksternal yakni Efendi Ghazali sebagai pakar komunikasi, Koordinator Setara Institute Hendardi dan Anggota Kompolnas, Poengky Indarti.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar