photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Siswa SMA Ini Dikeluarkan dari Sekolah Gara-Gara Bawa Mobil

BERITA INDONESIA

Seorang pelajar SMA Negeri 3 Purwakarta dikeluarkan dari sekolah lantaran kedapatan mengendarai mobil sendiri ke sekolah. Siswa yang masih duduk di kelas II tersebut berinisial An (17).

AN dianggap tidak menaati peraturan yang dibuat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengenai larangan pelajar mengendarai kendaraan sendiri ke sekolah.

Aturan itu tertuang dalam Perbup Nomor 46 tahun 2014 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tawuran dan Penggunaan Kendaraan Bermotor Bagi Peserta Didik dan Perbup No 69 tahun 2015 tentang Pendidikan Berkarakter.

Dipertegas kembali dengan keluarnya Surat Edaran No 024/1737/Disdikpora perihal Larangan dan Sanksi Mengendarai Kendaraan Bermotor Bagi Siswa di Kabupaten Purwakarta.

"Ya, siswa yang dikeluarkan itu karena yang bersangkutan tidak mengikuti aturan tentang larangan pelajar mengendarai kendaraan sendiri ke sekolah.

Siswa yang dikeluarkan ini tinggal di salah satu desa di Kecamatan Bungursari.

Dia beralasan tidak mentaati aturan karena lokasi rumah dan sekolah jaraknya jauh," ujar Dedi, Jumat (12/8/2016).

Sebelum sanksi tegas itu dilakukan, siswa berinisial An itu terlebih dahulu diberi surat teguran dari sekolah.

Namun beberapa kali diberikan teguran, siswa itu tetap masih membawa kendaraan ke sekolah.

Bupati yang akrab dipanggil Kang Dedi ini mengaku, setelah mengelurkan kebijakan larangan pelajar mengendarai kendaraan ke sekolah, dirinya banyak menerima laporan.

Pasalnya, dampak negatif dari banyaknya pelajar yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah sangat terasa.

Seperti peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Sukatani, seorang pelajar SMK yang mengendarai motor ke sekolah menabrak sedikitnya enam pelajar SD yang tengah menyebrang jalan.
Akibat kejadian tersebut satu dari enam siswa SD itu tewas di lokasi kejadian.

"Pelajar SMK itu kemudian dikeluarkan dari sekolahnya, karena akibat tidak mengindahkan aturan larangan bawa kendaraan dia mengalami kecelakaan di jalan raya, dan mengakibatkan korbannya tewas," tuturnya.

Adapun untuk siswa SAMN 3 Purwakarta yang dikeluarkan karena nekat membawa mobil ke sekolah ini, kata Kang Dedi, dipindahkan untuk sekolah di SMAN Bungursari.

Langkah itu dilakukan sebagai solusi agar siswa tersebut bisa tetap melanjutkan pendidikan. "Solusinya, kami pindahkan An ke SMA Negeri Bungursari yang dekat dengan tempat tinggalnya.

Jadi, karena dekat dengan tempat tinggal, dia tidak pakai mobil lagi ke sekolah. Dengan begitu uang untuk bensin mobilnya bisa ditabung," pungkas dia.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar