photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Sianida Tidak Ditemukan di Dalam Hati dan Darah Mirna , Kok Bisa .... ?


Ahli forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Budi Sampurna membeberkan kandungan sianida di dalam tubuh korban tewas kasus kopi sianida Wayan Mirna Salihin.

Hal itu disampaikannya saat menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016).

Ia mengungkapkan bahwa keluarga Mirna menolak tim ahli forensik untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Mirna.

Hal itu pun mempersulit tim penyidik untuk mengetahui penyebab kematian Mirna lantaran pemeriksaannya hanya dilakukan pada bagian tubuh luarnya saja.

"Dalam pemeriksaan kami (sianida) tidak ada di dalam hati dan dalam darah, maka kita yakin itu sudah diserap (masuk ke organ Mirna),

" kata Budi. Budi menambahkan, jenazah Mirna yang telah diformalin juga menghambat pemeriksaan yang dilakukan pihaknya. Karena itu, sianida hanya ditemukan dalam lambung sebanyak 0,2 miligram per liter.

"Karena formalin masuk arteri dan disebarkan ke seluruh tubuh, yang rusak jaringan tubuh tadi. Makanya masih ditemukan sianida dalam isi lambung tadi," terangnya.

Ia menuturkan, adanya sianida di lambung Mirna tidak menyebabkan korban menelan sianida dalam jumlah yang lebih besar.

Pasalnya, sifat siandia yang cepat menguap apabila terkena panas. "Pada orang yang keracunan sianida dan kemudian meninggal, pemeriksaan toksikologi harus dilakukan sesegera mungkin.

Empat jam setelah kematian hasil pemeriksaan harus dibawa ke laboraturium. ‎Soalnya sianida, racunnya cepat menguap.

Dengan pemeriksaan ini, dari sekian lama masih ada, logikanya, jumlahnya lebih besar," pungkas Budi.


 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar