photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Setelah 16 Tahun, Aktivis dari India Akhiri Mogok Makan

BERITA INDONESIA

Air mata Irom Sharmila tumpah saat dia menjilat madu, mengakhiri aksi mogok makan paling lama di dunia yang telah dilakukannya selama 16 tahun.

Meski protes mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh negara itu telah berakhir Irom bersumpah akan melanjutkan perjuangannya di arena politik.

 Perempuan berusia 44 tahun itu memulai aksi mogok makannya pada 2000 menyusul terjadinya peristiwa pembantaian Malom, di mana 10 orang warga sipil tewas di tangan kelompok para militer Pemerintah India di Kota Imphal.

Saat memulai aksinya, Irom menolak untuk makan sampai pemerintah mencabut undang-undang kekuasaan khusus angkatan bersenjata (Armed Forces Special Power Act/AFSPA) yang memberikan militer India kekebalan hukum di daerah-daerah bergejolak.

Namun, setelah berjuang selama 16 tahun, Irom akhirnya memilih untuk memilih cara lain menyampaikan tuntutannya. Kepada media, Irom mengatakan ingin melengserkan Kepala Pemerintahan Provinsi Manipur, Okram Ibobi Singh.

Okram dituduh sebagai orang yang selama ini mengawasi dan memimpin tindak korupsi dan pemberontakan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Manipur. “Saya adalah perwujudan dari revolusi,” ujar Irom.

“Sekarang saya ingin menjadi kepala pemerintahan. Saya tidak tahu apa-apa soal politik dan dan akademisi. Pendidikan saya sangat, sangat rendah.

Semua yang saya miliki akan saya gunakan secara positif untuk masyarakat,” tambahnya sebagaimana dilansir dari Guardian, Rabu, (10/8/2016) Selama 16 tahun menjalani aksi mogok makan, Irom hanya diberi nutrisi melalui infus di bawah pengawasan polisi.

Dokter yang semula mengatakan, dia tidak dapat bertahan tanpa makan dan minum kini khawatir tubuh Irom belum dapat menyesuaikan diri dan menyarankannya mengonsumsi makanan cair sebelum kembali diberikan makanan dan minuman.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar