photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Sebelum Menaikkan Harga Rokok, Pemerintah Harus Lakukan Riset

BERITA INDONESIA

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyarankan pemerintah melakukan studi lebih lanjut sebelum menerapkan kebijakan menaikkan harga rokok menjadi Rp50 ribu.

“Saya sarankan pemerintah untuk melakukan studi yang serius melalui riset-riset yang bertanggung jawab secara akademis. Katakanlah melakukan survei secara luas di tengah masyarakat terkait rencana kebijakan itu,” kata Saleh kepada Okezone, Selasa (23/8/2016).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, misalnya dalam survei tersebut ditanyakan apakah masyarakat akan berhenti merokok jika harga dinaikkan menjadi Rp50 ribu? Jika jawabannya tidak, maka menurut Saleh kebijakan ini tentunya tidak tepat. Apalagi ditujukan untuk menaikkan cukai semata.

“Bisa juga ditanyakan apakah dengan kebijakan kenaikan harga rokok mereka akan menggunakan uang keluarganya untuk beli rokok? Kalau dia mengatakan akan menggunakan justru berbahaya. Coba bayangkan kalau kenaikannya mencapai Rp50 ribu dalam sehari dikonsumsi sebungkus dikalikan 30 bungkus per bulan berati dia menghabiskan uang Rp1,5 juta,” katanya.

Di Indonesia, lanjut dia, masih banyak daerah dengan upah minimum regional (UMR) di bawah Rp1,5 juta. Sehingga harus dipikirkan dampak sosial dan ekonominya kepada masyarakat.

“Sementara di Indonesia banyak kabupaten/kota kita penghasilan per kapita atau UMR-nya masih banyak di bawah Rp1,5 juta, bahkan ada yang Rp1,1 juta. Ini kan dampak-dampak sosial harus dikaji komprehensif, lintas sektoral tanpa ada kepentingan apapun di dalamnya. Pada intinya ketika diterapkan maka bisa mensejahterakan masyarakat minimal di bidang kualitas kesehatan,” tukasnya.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar