photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh Melambat

BERITA INDONESIA

Pada Juli 2016, penjualan eceran diperkirakan tumbuh melambat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2016 yang sebesar 2,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (15,9%, yoy).

"Perlambatan penjualan terutama terjadi pada jenis kelompok barang lainnya yang tumbuh -28.7% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan Juni 2016 (5,6%, yoy). Hal itu terutama disebabkan penurunan penjualan sandang," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Perlambatan pertumbuhan penjualan tersebut sejalan dengan mulai normalnya konsumsi masyarakat setelah mencapai puncaknya di bulan Ramadhan.

Berdasarkan survei penjualan eceran Bank Indonesia, tekanan kenaikan harga pada September 2016 juga diperkirakan melambat. Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) sebesar 128,8, lebih rendah dari 139,7 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, tekanan kenaikan harga pada Desember 2016 diperkirakan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. "Tercermin dari IEH bulan Desember sebesar 133,3 lebih tinggi dibandingkan 132,2 pada bulan sebelumnya," kata Tirta.

Sedangkan secara tahunan penjualan eceran mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin dari IPR Juni 2016 yang tumbuh 15,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 13,6% (yoy) pada Mei 2016.

Menurutnya, pertumbuhan penjualan tertinggi terjadi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (28,9%, yoy), terutama didorong oleh penjualan produk elektronik (audio/video). Peningkatan penjualan eceran ini dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan puasa Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

"Sedangkan secara regional, pertumbuhan penjualan eceran tertinggi terjadi di Semarang," tukasnya. Sebelumnya penjualan eceran pada Mei 2016 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari IPR Mei 2016 sebesar 205,3 atau tumbuh 13,5% (yoy) lebih tinggi dibandingkan 11,2% (yoy) pada April 2016. Dia mengungkapkan, peningkatan penjualan eceran terjadi baik pada penjualan kelompok makanan maupun non makanan dengan pertumbuhan tahunan tertinggi terjadi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi terutama didorong oleh penjualan produk elektronik.

"Pada Mei 2016 penjualan kelompok makanan tumbuh 11,5%, sementara pertumbuhan penjualan non makanan meningkat menjadi 16,6%," imbuh dia.

Kedepan, penjualan eceran pada bulan Agustus dan November diprediksi melambat. Hal tersebut diindikasi sejalan dengan kembali normalnya permintaan masyarakat pasca hari raya Idul Fitri.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar