photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Pengungsi Miskin Kumpulkan Uang Bantu Korban Gempa Italia

BERITA INDONESIA

Para pengungsi di Italia bahu membahu membangun kembali semangat penduduk setempat yang redup akibat diterjang gempa bumi mematikan pada Rabu 24 Agustus dini hari lalu.

Meskipun sehari-harinya hidup dalam kemiskinan, para pengungsi itu rela mendonasikan 2 euro atau Rp29.697,51 mereka untuk mememuhi kebutuhan para korban yang selamat.
Sejauh ini, sudah 1.000 euro atau Rp14,8 juta berhasil dikumpulkan.

Uang tersebut seluruhnya akan dikirim untuk ratusan korban gempa bumi di Italia bagian tengah. “Aksi ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak memiliki apa-apa, yang tiba di Eropa untuk menghindari perang di negara asal mereka, memutuskan untuk memberikan apa yang mereka punya untuk membantu orang yang tertimpa yang musibah pada saat ini.

Orang yang pernah menderita akan bersimpati pada mereka yang sedang kesusahan,” ucap Koordinator Sistem Perlindungan untuk Pengungsi dan Pencari Suaka di Italia, Giovanni Maiolo, seperti disitat Sputnik, Minggu (28/8/2016).

Perihal motif yang mendorong para pengungsi untuk mengulurkan tangan mereka bagi para korban gempa bumi di Umbria, Lazio dan Marche, Maiolo menjelaskan semua itu murni berasal dari perasaan empati mereka.

Ketika mereka melihat dampak yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 6,2 skala Richter tersebut di televisi, rasa iba itu muncul dengan sendirinya. Gempa telah menghancurkan rumah penduduk, bahkan meratakan kota mereka dengan tanah.

“Hari ketika mereka melihat semua itu, para pengungsi langsung teringat kondisi di negara asalnya.

Rumah mereka hancur akibat bom, keluarga mereka banyak yang tewas. Jadi mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu, mengumpulkan uang dan mengirimkannya kepada yang membutuhkan,” terang Maiolo.

Singkatnya, kata Maiolo, bantuan yang tak seberapa itu adalah bentuk terima kasih para pengungsi atas kebaikan Italia selama ini.

Ketika mereka tak punya tempat lagi untuk bernaung, Negeri Piza menerima kedatangan mereka, memberi tempat tinggal, makanan dan uang saku. “Ini adalah cara mereka mengucapkan ‘terima kasih, Italia’, karena saat mereka butuh bantuan, Italia menolong mereka,” imbuhnya.

Maiolo berharap dari peristiwa ini, semua orang di dunia terutama warga Eropa bisa melihat bahwa para pengungsi tidak sama dengan teroris. Alangkah baiknya, mereka tidak lagi dipandang sebagai penjahat, tetapi seutuhnya manusia yang juga berhati nurani.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar