photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Nama SBY Kembali Disebut-sebut Dalam Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir

BERITA INDONESIA

Pembunuhan Aktivis HAM Munir kembali dibuka setelah sang istri almarhum meminta hasil penyelidikan tim pencari fakta (TPF) tahun 2005 untuk dibuka. Saat itu Munir meninggal dalam penerbangan ke Belanda, dari hasil autopsi diketahui Munir tewas karena diracun.

Istri Munir, Suciwati mengatakan yang membuatnya terdorong untuk mengajukan gugatan ke Komisi Informasi Pusat (KIP) yakni kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir sudah berjalan 11 tahun dan menuju 12 tahun.

Suciwati menambahkan bahwa kasus suaminya tidak segera diselesaikan. Itulah sebabnya pihaknya mendorong supaya hakim memutuskan hal yang pastinya ingin di dengar oleh publik.

Suciwati menjelaskan bahwa pihaknya ingin semua rekomendasi TPF diumumkan oleh Presiden. Selain itu segera dibawa kembali ke ruang para pejabat yang memeriksa kembali siapa yang ada di dokumen untuk diperiksa kembali.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Hakim sidang KIP Evi Trisulo Diana Sari dan hakim anggota Thannu Setyawan serta Diah Arya. Pada persidangan hadir dua saksi yakni Hendardi yang menjadi anggota TPF dan Usman Hamid yang menjabat sebagai sekretaris TPF kala itu.

Dalam kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir, nama Presiden Republik Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali disebut-sebut. Sidang pemeriksaan yang digelar KIP pada 2 Agustus 2016 saksi pertama Hendardi mengatakan TPF sudah memberikan laporan hasil investigasi kepada SBY yang menjabat Presiden periode 2004-2009.



Hendardi menambahkan laporan sudah diberikan kepada Presiden melalui ketua TPF Brigjen Marsudi Hanafi. Namun sejak laporan diserahkan, SBY belum pernah secara terbuka mengungkapkan hasil investigasi.

Usman Hamid sebagai saksi kedua mengungkapkan bahwa TPF sudah melakukan pertemuan dengan Presiden SBY sebanyak lima kali. pertemuan tersebut diadakan pada 3 Maret 2005, 11 Mei 2005, 18 Mei 2005, 19 Juni 2005 dan 24 Juni 2005.

Usman menuturkan semua laporan sudah diberikan, tapi kewenangan untuk mempublikasikan tetap sesuai dengan keputusan SBY. Dia menambahkan setiap nama yang terlibat kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir sudah masuk dalam dokumen yang diserahkan ke Presiden.



 
 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar