photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Kenaikan Harga Rokok Picu Produk Ilegal "Rajai" Pasar

BERITA INDONESIA

Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno dengan tegas menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan harga rokok menjadi Rp50.000 per bungkus. Ia menilai bahwa petani, pabrik, dan karyawan hingga pemerintah juga akan merugi jika rencana tersebut benar dilaksanakan.

"Rokok ilegal merajai pasar, pemerintah juga dirugikan karena rokok ilegal itu tidak membayar cukai," katanya, Selasa (23/8/2016).

Soeseno mengatakan bahwa hasil studi Universitas Gadjah Mada dan Direktorat Bea Cukai pada 2014 ditemukan bahwa perdagangan rokok ilegal mencapai 11,7 persen. Hasil itu membuat pemerintah dirugikan hingga Rp9 triliun akibat peredaran rokok ilegal tersebut.

"Kenapa bisa beredar rokok ilegal, karena daya beli turun. Masyarakat memilih dengan membeli rokok murah meski itu ilegal, bisa saja ngelinting sendiri," tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Pengurus Daerah APTI DIY, Sunaryo berharap bahwa wacana kenaikan harga rokok perlu dikaji ulang. Sebab hal itu akan menimbulkan polemik yang luas di masyarakat.

"Sebaiknya jangan begitu. Misalkan naik, dua persen atau paling tinggi empat persen. Jangan sampai melonjak tinggi banget, kasihan semua yang berkecimpung di rokok ini," tandasnya.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar