photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Kasus Rohadi Belum Dibuka KPK Secara Utuh

BERITA INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Panitera Pengganti Jakarta Utara sebagai tersangka. Kali ini KPK menetapkan Rohadi sebagai tersangka penerima gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung.
Meski dua status tersangka telah disematkan ke Rohadi, namun KPK belum membuka secara utuh perkara apa yang tengah ditangani Rohadi di MA.

Begitupun terkait siapa pihak yang diduga memberi gratifikasi terhadap Rohadi.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa membuka secara detil perkara tersebut.

"Terkait detil perkaranya belum bisa saya sampaikan, termasuk dari mana, tapi pasal nya ini gratifikasi, fokus pada penerimaan," kata Priharsa kepada wartawan, Sabtu (27/8/2016).

Priharsa berkilah dirinya belum mendapatkan data lebih lanjut dari penyidik KPK terkait apakah perkara di MA itu pernah ditangani di PN Jakarta Utara dan apakah kasus itu terkait perdata atau pidana.

"Yang bisa diinformasikan hanya sebatas tadi, R (Rohadi) diduga menerima uang terkait pengurusan perkara di MA.

Demi akurasi data mesti cek lagi, beri waktu saya untuk cari informasi," ungkap Priharsa.

Rohadi diketahui dijadikan tersangka oleh KPK setelah tertangkap tangan menerima uang suap terkait pengaturan putusan kasus pelecehan seksual Saipul Jamil. Dalam OTT terkait kasus ini KPK menemukan uang Rp 250 juta.

Selain uang itu, penyidik juga turut menyita uang senilai Rp 700 juta. Uang itu disebut-sebut sebagai pengamanan gugatan partai Golkar di PN Jakarta Utara.
Namun, sampai saat ini KPK belum menetapkan tersangka pihak pemberi suap terkait uang Rp 700 juta itu.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar