photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Kasus Pembunuhan Mirna, Sikap Cool Jessica Bikin Penasaran

BERITA INDONESIA

Sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin telah berlangsung sebelas kali.
Berbagai saksi ahli telah dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke hadapan Ketua Hakim Kisworo.

Namun tak ada seorang saksi ahli manapun yang mampu mengungkapkan bahwa terdakwa Jessica Kumala Wongso merupakan penabur racun berupa sianida di kopi yang diminum Mirna hingga dirinya tewas.
Pengamat hukum dari Universitas Indonesia (UI) Chudri Sitompul memastikan bahwa kasus ini tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk menjebloskan Jessica ke penjara dengan ancaman tuntutan hukuman mati.
"Sehingga semua bergantung pada kesaksian dari saksi ahli untuk menguatkan semua bukti-bukti petunjuk yang ada," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, tadi malam. Sementara itu, lanjut dia, saksi ahli telah memastikan kematian Mirna diakibatkan racun sianida di kopi korban.

"Saksi ahli telah menyatakan Mirna tewas diracun. Bagaimana racun bisa sampai di sedotannya, ini ahli juga yang tahu,” tutur Chuduri.  Terdakwa Jessica telah diancam dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Menurut Chudri, nantinya sidang lanjutan akan menjadi semakin krusial lantaran hakim akan meminta terdakwa Jessica untuk memberikan keterangannya sebagai saksi di persidangan.

"Begini, yang agak krusial itu saat terdakwa memberikan keterangannya kepada hakim.

Selama ini Jessica itu kan dimintai keterangannya ke penyidik, sementara ini dia dimintai keterangan di ruang publik. Itu ujian bagi Jessica karena akan ada pertanyaan tidak lazim dari hakim, misalnya soal paper bag miliknya," urai Chudri.

"Nantinya dengan pertanyaan tidak lazim itu, orang akan menilai dan kembali bertanya, kalau habis belanja kenapa paper bag-nya diletakkan di situ (dekat kopi Mirna).

Nah, di situ krusialnya kenapa menutupi kopi. Itu keanehan yang pertama," ujar Chudri menambahkan. Keanehan lainnya, Chudri menganggap reaksi Jessica tidak wajar lantaran terlihat tidak panik saat melihat Mirna kejang-kejang usai menyeruput kopi yang dipesan olehnya.

"Dan yang membuat aneh itu Jessica cool saja melihat reaksi Mirna, itu benar-benar membuat orang penasaran," imbuh Chudri. Ia menerangkan, seharusnya Jessica bereaksi panik melihat temannya telah tak sadarkan diri.

Sebab, mahasiswi asal Australia itu merupakan orang yang memesan kopi milik Mira. "Misalnya Anda mengundang orang, jangankan sampai meninggal dia muntah-muntah saja seharusnya Anda panik tak karuan dan bertanya atau memarahi pihak kafe tapi dia (Jessica) tidak," ujarnya.

Chudri menjelaskan, seluruh keterangan saksi ahli yang dibawa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memberikan keterangan bahwa Jessica merupakan pelaku penabur sianida di kopi Mirna.

"Meski korban yang meminta lokasinya di situ dan meminta dipesankan Jessica, tapi yang perlu diketahui Mirna sudah merasa ketakutan untuk bertemu dengan Jessica, makanya dia minta ditemani Hani," jelasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, isi rekaman CCTV Kafe Olivier juga menampakkan bahwa prilaku Jessica terkesan seperti tengah melakukan pengamatan dan penyelidikan terhadap kondisi dan situasi di lokasi.

Jessica tampak tengah menunggu dan mencari momentum untuk menabur sianida dengan menutupinya menggunakan paper bag yang dibawanya.

"Bandingkan saja dengan pengunjung yang ada di situ, ada tidak yang menutupi kopi mereka?," simpul Chudri.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar