photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Diimingi Diberikan Ruko, Suarmi Malah Kehilangan Tiga Rumahnya

BERITA INDONESIA

Seorang ibu rumah tangga, Rusmi (65), menjadi korban penipuan.
Warga Jalan Kesaktian Pancasila Desa Bakaran Batu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, itu kehilangan tiga rumahnya akibat ditipu akan diberikan empat unit rumah toko (ruko) oleh seorang pria berinisial DI (36).

Suarmi kesal karena DI yang sudah berstatus tersangka kasus penipuan hingga saat ini belum ditahan kepolisian.

Menurut Suarmi, dirinya telah melaporkan DI pada Juli 2015 dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Kepada sejumlah wartawan di kediaman anaknya, janda beranak empat dan bercucu sepuluh itu awalnya pada 2013, DI yang masih keluarga jauh itu mendatangi Suarmi di kediamannya.

DI lalu mengatakan rencananya untuk membangun rumah toko (ruko) kepada Suarmi jika di atas lahan seluas 4101 M2 atas nama Sabar, suami Suarmi yang telah meninggal. Rencananya, DI akan membangun lima ruko berlantai dua di depan lahan dan Suarmi mendapatkan empat ruko.

Di bagian belakang lahan, DI berencana membangun 32 ruko dan Suarmi mendapat satu unit ruko. Untuk meyakinkan Suarmi, DI menyatakan melegalisasi kesepakatan itu ke notaris. Sebulan kemudian, DI meminta Suarmi membongkar dua rumah permanen dan semi permanen miliknya yang berada di tanah yang akan dibangun ruko.

Karena tergiur dengan iming-iming DI, akhirnya Suarmi menuruti keinginannya untuk membongkar rumahnya. Namun hingga beberapa bulan, pembangunan ruko yang dijanjikan DI tak kunjung terlaksana.

Suarmi pun mendatangi DI untuk meminta kembali sertifikat hak milik lahan miliknya yang sebelumnya sudah dipinjamkan kepada DI. Namun, DI menjawab jika sertifikat itu sudah digadaikan ke Bank untuk membeli material untuk membangun ruko.

Akan tetapi, DI tidak menjelaskan berapa uang yang dipinjam dan di bank mana.

Beberapa waktu kemudian, Suarmi kembali meminta sertifikatnya namun DI berkilah agar sabar dan tidak ada uang untuk menebusnya di bank.

Merasa ditipu, Suarmi memilih melaporkan DI ke Polda Sumut pada 13 Juli 2013.

“Sudah bolak-balik kami mendatangi penyidiknya untuk mempertanyakan mengapa DI masih berkeliaran, tapi penyidiknya banyak kali alasannya,” kesal Suarmi, Rabu (10/8/2016).

Kekesalan dan kesedihannya kian bertambah tatkala sejak rumahnya dibongkar, Suarmi terpaksa mengontrak rumah di Jalan Purwo Desa Bakaran Batu.

“Aku mau tinggal dimana lagi? Rumah sudah dibongkar karena DI berjanji akan membangun ruko di lokasi lahan kami,” ucap Suarmi dengan nada sedih.

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar