photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Begini Kronologis Kecelakaan Maut KUPJ Vs Avanza Berikut VIDEONYA!!!

BERITA INDONESIA

WartaKota.top , BATUBARA-Kecelakaan maut antara mobil Avanza BK 1718 ZK dengan  Bus KUPJ Tour BK 7651 DN terjadi di jalinsum Batubara, Rabu (10/8/2016), pagi sekira pukul 10.45 WIB.

Tujuh nyawa melayang dalam peristiwa itu, empat orang tewas di lokasi kejadian dan Dua orang tewas saat dirawat di rumah sakit, sedangkan belasan luka-luka.

Lokasi kejadian tepatnya di Km 126-127 Medan-Kisaran, Desa Perkebunan Kwala Gunung, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara. Tujuh korban meninggal dunia merupakan penumpang mobil Avanza BK 1718 ZK. Seluruhnya masih satu keluarga dari Dusun I, Desa Sijabut Teratai, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.

Sedangkan penumpang yang ada di bus KUPJ Tour dengan nomor pintu 057, berjumlah 11 orang termasuk sopir. Seluruhnya selamat. Namun diantaranya ada yang mengalami luka berat.

Informasi dihimpun METRO ASAHAN (grup pojoksumut.com), mobil Avanza BK 1718 ZK yang dikemudikan Budianto (30), melaju dari arah Medan menuju arah Kisaran. Saat itu, mobil Avanza melaju kencang hendak mendahului mobil pribadi lain di depannya. Tapi Budianto diduga tidak konsentrasi sehingga mobil yang dikemudikannya oleng kemudian melaju ke sisi kanan.

Nahas terjadi, di saat bersamaan Bus KUPJ Tour BK 7651 DN yang dikemudikan Suharianto Aritonang (24), datang dari arah berlawanan. Melihat mobil Avanza muncul tiba-tiba, Suharianto yang saat itu hendak ke Medan dengan 10 orang penumpang panik. Saat itu, dia masih sempat berusaha membanting stir ke arah kiri. Namun upayanya tetap tidak bisa menghindari tabrakan.

Brakkk… hanya tempo singkat, Suharianto merasakan kalau kakinya terjepit dan melihat mobil Avanza sudah menempel dengan bagian depan bus yang dikemudikannya. Akibat benturan keras itu, kondisi kedua mobil rusak berat. Para penumpang mobil Avanza tampak berserak dengan kondisi luka parah di sekitar lokasi kejadian.

Dalam insiden itu, empat orang penumpang mobil Avanza diketahui meninggal di lokasi kejadian. Sementara penumpang lainnya yang mengalami luka-luka oleh petugas Sat Lantas dibantu warga langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian dilarikan ke Klinik Miftah Hakim. Sebagian lagi dievakuasi ke Puskesmas Limapuluh, Batubara.

Tapi, nyawa tiga penumpang mobil Avanza lainnya yang sebelumnya sempat dilarikan ke puskesmas tidak tertolong. Sehingga total penumpang mobil Avanza yang tewas dalam kecelakaan itu berjumlah tujuh orang.

Sopir KUPJ Tour Suharyanto Aritonang ketika diwawancarai  mengatakan, saat itu ia melaju santai. Ia sama sekali tidak menduga jika dari arah berlawanan muncul tiba-tiba mobil Avanza hingga tabrakan tak dapat terhindarkan.

“Tadi di dalam mobil saya ada sekitar sepuluh orang penumpang, saat di lokasi mobil itu tiba-tiba muncul dari arah berlawanan dan mengambil jalur saya,” ujarnya.


Ia mengaku masih sempat berusaha banting stir ke kiri, tapi tabrakan tidak terelakkan.

“Mungkin kalau tidak saya buang arah kami bisa mati semua,” katanya sambil menahan rasa sakit pada kakinya yang mengalami patah tulang.

Penumpang bus KUPJ bernama Sulasmin (51) juga mengatakan bahwa mobil Avanza itu mengambil jalur Bus KUPJ yang ditumpanginya.

“Saat itu saya duduk di bangku nomor dua dan mobil Avanza itu tampak melaju dari arah berlawanan dari arah Medan dan mencoba mendahului mobil pribadi di depannya. Namun mobil itu seperti oleng dan hilang kendali hingga mengambil jalur Bus KUPJ yang saya tumpangi dan tabrakan pun tak dapat dihindari,” ungkapnya.

Ia mengaku baru tersadar ketika berada di Puskesmas ini.

“Saya mau ke Medan mau mengobati orang di sana karena saya tukang obat alternatif herbal juga,” katanya pria beranak satu ini.

Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK, melalui Kasat Lantas AKP Nasib Manurung, didampingi Kanit Laka IPTU CH Manurung menerangkan, bahwa terjadinya laka lantas itu akibat sopir Avanza bernama Budianto kurang konsentrasi, sehingga keluar jalur arah kanan dan terjadi tabrakan dengan bus KUPJ Tour yang datang dari arah berlawanan.

“Diduga sopir mobil Avanza itu mengantuk,” sebut Kasat Lantas AKP Nasib Manurung, yang datang langsung ke lokasi memimpin evakuasi para korban.

Ia menyebutkan, seluruh korban langsung dievakuasi agar segera mendapat penanganan medis. Namun, nahas tujuh korban meninggal dunia dalam kejadian itu. Sebagian lagi masih dalam perawatan medis  di Puskesmas Limapuluh dan sebagian lagi di Klinik Miftah  Hakim.

Amatan koran ini, akibat kecelakaan maut itu, arus lalu lintas dari dua arah sempat mengalami kemacetan. Namun, beberapa menit kemudian langsung terurai setelah petugas kepolisian Lalu lintas datang ke lokasi.

Sementara para korban meninggal, setelah mendapat visum, sekira pukul 15.00 WIB, seluruhnya dibawa keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka menggunakan tiga mobil ambulans dan satu mobil milik Klinik Miftah Hakim Limapuluh.


 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar