photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Sungguh sadis Terjadi lagi dan lagi "pemerkosaan yang berujung pembunuhan"..

BERITA INDONESIA

WartaKota.top - KH (16) alias Kus ditangkap polisi karena memerkosa, merampok, dan melakukan pembunuhan secara terencana terhadap SW (14), siswi lulusan SMP. Semua itu diawali dari cinta segitiga yang ia jalani bersama SW dan Fit.

 Minggu , KH memberikan pengakuan tentang kejahatan yang ia lakukan terhadap SW. Pengakuan ini tentu saja sepihak dan kebenarannya tak dijamin. Berikut pengakuannya:

Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Tahun lalu saya baru menamatkan SMP saya. Saya tidak bisa melanjutkan sekolah saya karena tidak ada biaya. Ayah saya sudah tidak bekerja lagi setelah kena stroke, sedangkan ibu saya hanya berdagang sayur di Pasar Bukit, Pamulang (Tangerang Selatan).

Saya juga berjualan di pasar, jual ikan. Pemilik ikan bukan saya. Saya hanya membantu menjual dengan upah sehari Rp 35.000.

Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Saya membunuh SW karena saya ingin mengambil hartanya. SW adalah pacar gelap saya, sedangkan pacar tetap saya Fit.

Fit mengatakan, dia butuh uang muka Rp 700.000 untuk membeli kredit sepeda motor. Saya menyanggupi membantu menyiapkan uang muka kepadanya, meski saya tidak punya uang. Sebab, saya tidak mau kehilangan dia. Saya sayang sama dia.

Fit masih sekolah di satu SMK di kawasan Bumi Serpong Damai, sedangkan SW tidak lulus SMP. Saya sudah dua tahun pacaran sama Fit. Tetapi sejak setahun lalu, saya mulai berpacaran dengan SW.

Hubungan saya dengan SW akhirnya diketahui Fit. Hubungan saya dengan SW pun memburuk sebab dia tahu saya sudah punya pacar, Fit.

Hari Sabtu , lewat telepon genggam, saya SMS-an sama korban, ngajak jalan. Tapi dia menolak dan mengejek, "Elu kan udah punya cewek lain. Elu ajak dia aja jalan".

Hari Minggu , saya SMS dia (SW) lagi, ngajak jalan. Tapi dia bilang, dia enggak bisa karena mau ke tempat saudaranya. Kalau hari Senin  mungkin dia bisa.

Hari Senin, saya kembali menghubungi dia. Dia menjemput saya dengan sepeda motor Mio-nya, di depan Vila Dago. Setelah bertemu, saya yang mengemudi sepeda motor, sedangkan dia membonceng. Saya ajak dia keliling-keliling. Di jalan, dia ngajak saya berhubungan intim. Saya menolak karena saya puasa. Dia bilang, saya masih kaku aja sih.

Meski saya tolak, dia masih terus memaksa untuk berhubungan intim dengan saya. Oleh karena itu, akhirnya saya bawa dia ke kebun kosong di Serua Permai. Saya lalu berhenti, menyandarkan sepeda motor dan mendaki ke kebun kosong untuk memeriksa.

Di atas, saya ketemu Adih. Adih bertanya, "Mau ngapain?" Saya jawab, "Mau ambil daun singkong buat ibu". Adih pun pulang. Saya lalu kirim SMS ke HW untuk menyusul ke kebun. Saya bilang, HP-mu simpan saja di bagasi sepeda motor. Kunci motornya tetap di sepeda motor saja. Enggak bakal ada yang ambil.

Saat dia tiba, dia melihat saya sedang memetik daun singkong. Dia tanya, "Buat apa?" Saya jawab, "Buat dijual ibu". Dia bertanya lagi, "Emang ibumu jualan sayur?" Saya jawab, "Iya". SW lalu saya ajak ke gubuk di kebun kosong ini.

Di situ kami berhubungan intim. Saya lalu mencekik leher dia memakai tangan kiri. Jari kanan saya, saya masukkan ke mulut agar dia tidak bisa berteriak. Jari saya digigit, tapi dia jatuh. Saat itulah saya pukul dia dengan batu bongkahan puing, mungkin sampai tujuh kali. Saya enggak ingat lagi.

Setelah saya duga dia meninggal, dia saya seret ke tempat tersembunyi. Jasadnya saya tutup dengan daun bambu dan daun pisang. Setelah itu saya pulang. Waktu mau mengambil sepeda motor SW, sepeda motor sudah tidak ada. Saya tidak tahu siapa yang mengambil, tapi waktu saya mendaki kebun kosong, saya sempat melihat seseorang sedang mencat rumah dekat pos. Waktu dia saya tanya apakah dia melihat sepeda motor, dia bilang, "Tidak tahu".

Keesokan harinya, saya datang lagi ke situ, siapa tahu ada orang yang mengemudi sepeda motor SW, tapi sepi. Tukang cat rumah pun tidak ada. Setelah kejadian ini, jantung saya suka berdebar. Setiap hari saya was-was berpikir, satu hari polisi bakal menangkap saya.

Setelah saya membunuh SW, saya bertemu Fit keesokan harinya. Dia bertanya soal uang muka kredit sepeda motor yang saya janjikan. Saya bilang, tidak punya. Fit kecewa, tapi dia bilang, "Ya sudah, mungkin belum rezeki".

Saya ditangkap, Jumat  pukul 07.15, di rumah di Pamulang II. Saya ditangkap sehabis mandi. Waktu itu, kakak saya, Rio, bilang, ada orang nyariin saya. Saya sempat berpikir, ini pasti polisi. Saya ke luar rumah dan bertemu Pak Jarono, polisi. Tapi saat itu saya belum tahu kalau Pak Jarono polisi. Dia bilang, "Ayo, Kus, ikut bapak. Kamu dicariin teman trek-trekanmu, si Ari".

Saya sama kakak saya waktu itu ketawa. Tak berapa lama saya baru sadar, saya tidak punya teman trek-trekan bernama Ari. Saat saya sadar, kakak saya bilang, "Udah kamu ikut aja. Pak Jarno polisi. Kamu enggak usah kabur, ya". Saya pun mengikuti apa kata kakak saya.



 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar