photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Masyallah Video Pemb4ntaian Umat Islam Di Myanmar Ini Membuat Banyak Umat Muslim Menitikkan Air Mata, Beginilah Penderitaan Umat Muslim Di Myanmar .

BERITA INDONESIA
Pada hari pertama Ramadhan yang diberkati, setelah enam minggu berturut­turut aksi pemb*unuhan massal serta pembersihan etn!s Muslim di Myanmar, melalui beragam operasi pemb4ntaian dan pengusiran sistematis, dan tutup matanya beberapa pemimpin internasional.

WatrtaKota.top - Dan ketiada pedulian media­media Arab dan internasional, nampaknya ini
adalah peristiwa di mana ada keterlibatan dunia untuk melawan golongan Muslim Myanmar, bahkan juga ada konspirasi untuk melenyapkan kehadiran golongan Muslim disana, hingga laporan Amnesty International yang diterbitkan pada hari Kamis (19/7) mengenai apa yang berlangsung disana tak diliput oleh media!

Sesudah kejah4tan berd4rah yang k3ji serta terang­terangan ini, yang mengakibatkan lebih dari 2. 000 Muslim syahid, dan kian lebih 90. 000 dari mereka diusir, malah Presiden Myanmar yang haus d4rah.

Thein Sein, sepanjang pertemuan dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Koteres, pada Rabu (11/7) , Thein menyerunya untuk mengumpulkan anggota minoritas Muslim di Myanmar.

yang di kenal sebagai “Rohingya” di kamp­kamp pengungsi, waktu mereka diusir ke luar negeri, di mana ia menyampaikan kalau “Kami tidak mungkin terima Rohingya yang masuk negara dengan cara ilegal, serta mereka bukan etnis kami”.

Lalu ia memberikan bahwa “Mereka menyebabkan anca4man untuk keamanan nasional. ”Pandangan rasis k3ji yang mana ini! Yang menggolongkan orang-orang berdasar pada ras, etnis dan agama.

Sesaat Islam memperlakukan golongan Majusi dan Ahlul Kitab dengan adil, sama persis saat Islam memperlakukan seseorang Muslim. Sungguh, Islam begitu dipenuhi dengan hukum hukum yang menjunjung tinggi­Semitisme.

Lantas, apa yang dapat disebutkan pada orang yang memb4ntai serta memb*unuh cuma karena ia menyampaikan “Allah yaitu Tuhan saya“, dan disebutkan kepadanya kalau ia ancaman pada keamanan nasional? Benarlah Rasulullah saw yang bersabda :

“Jika Andatidak miliki rasa malu, jadi berbuatlah sekehendakmu. ”
Di Myanmar tinggal sekitaran 800 ribu Muslim Rohingya, di lokasi Arakan, dimana PBB menganggapnya sebagai salah satu minoritas yang paling banyak hadapi desakan serta peng4niayaan didunia. Disebutkan kalau rezim di Myanmar tak mengaku Muslim Rohingya, dan berasumsi mereka sebagai imigran gelap yang datang dari Bangladesh.

Dengan tak ada berita yang mengungkap apa yang berlangsung disana, mungkin kami mengambil kesimpulan terkait beberapa dari kezaliman serta kejahatan yang menerpa golongan Muslim di sana lewat laporan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, yang menyampaikan : “Rohingya di Myanmarmenghadapi semuanya jenis peng4niayaan, termasuk kerja paksa, pemerasan dan pembatasan pada kebebasan bergerak, dan tak ada hak untuk tinggal, aturan pernikahan yang tidak adil, dan penyitaan tanah. ”

D4rah kaum Muslim di Myanmar dicekik dari tiga segi. Pertama, oleh pemerintah Myanmar yang k3ji, sebagai antek Barat. Untuk tak ada kata yang cocok terkecuali apa yang disebutkan pada semua Negara­negara Barat, kalau hari­hari penindasan sekalipun


berjalan lama, tentu berbuntut pada keh4ncuran dan penyesalan.

 Ingat, walau Fir’aun demikian lama menancapkan kekuasaan dan kesombongannya di tanah Mesir, namun selanjutnya Allah juga menghancurkan danmembinasakannya,
dan ini yaitu sunnatullah (hukum Allah) untuk orang­orang yang zalim.

Kedua, penguasa Bangladesh, tetangga Myanmar. Bangladesh yaitu negeri islam, di mana sebagian besar penduduknya adalah Muslim, namun mereka tak lakukan apapun berkaitan pemb4ntaian dan pengusiran yang terjadi cuma sebagian meter dari mereka.

Dan pemerintah Bangladesh seperti pemerintah Myanmar yaitu pemerintah keji dan antek. Ketiga, mass media yang dipolitisasi, yaitu jadi corong kebutuhan politik golongan kafir.

Dalam soal ini, menurut kami tak ada media yang jujur, tak transparan dan tak obyektif. Hingga, selogan mereka “memperjuangkan pemikiran dan pandangan orang lain” yaitu kebohongan dan penipuan; selogan “Anda bakal tahu lebih banyak” hakikatnya yaitu “Anda tak perlu tahu terkecuali apa yang mereka menginginkan supaya Anda tahu”; dan selogan mengemukanan “fakta apa adanya”

 tak lain yaitu memalsukan kenyataan seperti yang mereka inginkan, bahkan juga seperti yang dikehendaki tuan mereka, sebab mereka tak kian lebih sebagai pekerja negara­negara imperialis itu.

Dan sekalipun kami sudah mengidentifikasi pihak­pihak yang bertanggungjawab pada darah golongan Muslim di Myanmar, tetapi ini tak bermakna kalau mereka yaitu satu­satunya, walau demikian ini yaitu tanggung jawab yang perlu dipikul oleh tiap-tiap Muslim yang dapat untuk menolongnya.

 Apa yang ditunggu oleh tentara golongan Muslim di negara­negara tetangga Myanmar, seperti Bangladesh, Indonesia dan Malaysia? Bukankah merika lihat pemb4ntaian dan pengusiran atas saudarasaudara mereka?

Bukankah dalam diri mereka tergerak membuat perlindungan Islam dan akidahnya?
Tidakkah mereka mendengar sabda Rasulullah saw. kalau “Kehormatan darah golongan Muslim itu Kami memohon pada Allah tidak untuk memperlama terkabulnya seruan dan keinginan pertolongan kami.

 Mengingat, kami mempunyai saudara­saudara yang telah lama mengalami
penderitaan dan kesakitan, sesaat umat­umat di semua dunia bersekongkol melawannya, masing­masing dari mereka menginginkan memperoleh sisi.

 Walau demikian, betapapun lamanya malam kegelapan itu, yang tentu fajar Islam akan tiba untuk kembalikan kebenaran pada posisinya, serta kembalikan efek dari tiap-tiap kezaliman pada pelakunya, dengan negara Khilafah Rasyidah, dan lalu dari sinilah kebaikan dan keadilan akan penuhi serta memberi warna seluruh penjuru dunia, setelah sebelumnya duniadiselimuti oleh beragam penindasan dan ketidakadilan.

Sesungguhnya, golongan Muslim di Hizbut Tahrir saat mereka membongkar beragam kejahatan yang berlangsung pada umat kami dan saudra­saudara kami di Myanmar, yaitu untuk menyeru semuanya umat supaya selekasnya lakukan keharusan yang sudah diharuskan Allah SWT, yakni membaiat imam (khalifah) yang akan mengaplikasikan syariah Allah, dan menjaga d4rah golongan Muslim, kehormatannya dan kekayaannya dari kerakusan golongan keji dan perusak.

Kaum Muslim yaitu laksana satu badan, karena Allah mereka bersaudara, dan karena Allah juga mereka sama-sama menjaga. Allah SWTberfirman : “Dan Allah berkuasa pada masalah­Nya, namun umumnya manusia tidak ada mengetahuinya. ” (TQS. Yusuf 12 : 21).


 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar