photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

ISIS Penggal Empat Anak di Irak Setelah Orangtua Menolak Jadi Muslim

BERITA INDONESIA


Seorang pendeta asal Inggris yang menjadi imam gereja di Baghdad mengaku mendapatkan laporan tentang pemenggalan terhadap empat anak yang dilakukan oleh ISIS. Pemenggalan itu dilakukan karena orangtua empat anak tersebut menolak menjadi muslim.

Pendeta bernama Cannon Andrew White mengatakan, pemenggalan tersebut terjadi diwilayah yang berpenduduk mayoritas kristen didekat Baghdad.

Menurut laporan yang diterimanya, pemaksaan untuk menjadi muslim terjadi setelah ISIS semakin menguasai Irak. Sebelumnya mereka hanya menerima peperangan sebagai bagian dari hidup mereka, namun tak pernah ada paksaan untuk berpindah keyakinan.

"Ketika ISIS datang, mereka memburu kami. Mereka membunuh banyak orang dewasa dan mengancam, jika mereka menolak menjadi muslim, maka anak-anak mereka akan dibunuh," kata Cannon White,  Kamis (21/07).

"Biasanya kelompok militan itu datang dan meminta orang kristen mengucapkan kalimat yang akan membuat mereka menjadi muslim," kata pendeta tersebut melanjutkan.

Cannon White mengaku, ia beberapa kali menerima pengaduan dari warga kristen yang terpaksa menuruti permintaan ISIS agar nyawanya dan keluarganya terlindungi.

Kepada Kristen Ortodoks Network, pendeta ini mengatakan, banyak pemeluk kristen yang menyampaikan hal serupa dan mengadukan tentang adanya empat anak yang dipenggal setelah orangtua mereka menolak memenuhi keinginan kelompok militan tersebut.

Pendeta ini juga mengaku, Uskup Agung Canterbury meninggalkan Irak untuk keselamatannya sendiri. Menurutnya, sudah banyak pemimpin gereja yang meninggalkan Irak karena alasan keselamatan nyawa mereka

Berikut cuplikan lengkapnya  :




 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar