photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Biadab! Seperti Inilah “Kebun Binatang Manusia” yang Pernah Terjadi dalam Sejarah

Isu SARA yang selalu menjadi awal konflik sebenarnya sudah terjadi sejak awal kehidupan manusia, bahkan jauh sebelum banyak manusia mengenal busana. Mirisnya lagi sampai sekarang isu-isu SARA pun masih terjadi. Tidak hanya soal agama tapi juga sampai masalah suku dan etnis tapi hingga warna kulit.

BERITA INDONESIA
 Haruskah kita kembali ke masa-masa rasis seperti dulu? Yang mana persamaan hak sama sekali tidak ada artinya. Bahkan orang-orang minoritas diperlakukan layaknya binatang, parahnya lagi suku dan etnis tertentu justru dijadikan sebagai objek pameran, dikerangkeng dan dipertontonkan oleh mereka yang menganggap dirinya bangsawan.

Ya, seperti itulah masalah rasisme yang pernah terjadi. Tidak hanya diskriminalisasi dan ingin dimusnahkan tapi mereka justru di pamerkan layaknya hewan di kebun binatang. seperti itulah masalah rasisme yang pernah terjadi. Tidak hanya diskriminalisasi dan ingin dimusnahkan tapi mereka justru di pamerkan layaknya hewan di kebun binatang.


1.Carl Hagenbeck
Dialah salah satu bangsawan Eropa yang terkenal dengan kebun binatangnya. Hanya saja Carl Hagenbeck tidak hanya memamerkan satwa-satwa liar tapi juga memamerkan manusia yang ia anggap “liar”.

Carl merupakan pria pertama yang memulai kebun bintang manusia. Bahkan ia justru mengumpulkan sejumlah orang dari suku-suku yang berbeda dan menempatkan mereka ke dalam satu tempat hanya untuk dipamerkan. Salah satunya adalah suku Inuit yang merupakan salah satu suku yang hidup di Eropa dahulu.


2.Saartjie Baartman
Saartjie Baartman adalah salah satu wanita Afrika yang sangat terkenal di Eropa. Sayangnya bukan karena prestasi atau kelebihannya melainkan catatan kelam yang harus ia lalui dalam hidupnya. Saartjie adalah salah satu wanita Afrika yang dipertontonkan di seluruh Eropa oleh William Dunlop salah satu dokter Inggris. Saartje harus menanggung penderitaan secara mental hanya karena ia memiliki kelainan steatopygia, dimana lemak tubuhnya tertumpuk pada bagian bokong. Saartjie dipertontonkan dalam keadaan tanpa busana dan “dipajang” dalam sebuah etalase transparan hingga akhirnya ia meninggal karena cacar.


3.Christopher Colombus
Pastinya Anda sangat mengenal pria yang satu ini bukan? Dalam sejarah ia disebut sebagai orang pertama yang menemukan benua Amerika. Namun sayangnya Christopher punya catatan hitam yang sangat memalukan. Pasalnya saat ia menginjakkan kaki di Amerika ia justru memperlakukan suku asli Amerika lebih rendah dari binatang. Christopher tidak hanya memburu suku-suku Indian untuk “dimusnahkan” tapi ia juga menangkap untuk dipertontonkan di Negara-negara Eropa sebagai salah satu “manusia aneh”.


4.Suku Jarawa
Suku Jarawa adalah salah satu suku terisolasi di bagian Andaman, India. Secara resmi pemerintah India pun telah menerapkan peraturan tegas untuk melindungi suku ini. Namun hal tersebut tidak menghentikan sejumlah pebisnis untuk mengeksploitasi suku Jarawa. Bahkan inilah salah satu bukti nyata masih adanya rasisme di dunia meski era sudah modern seperti sekarang ini. Sejumlah pebisnis diketahui menawarkan sebuah tur “spesial” untuk bertemu langsung dengan suku Jarawa. Parahnya lagi suku Jarawa justru diperlakukan layaknya hewan di kebun binatang, yang mana mereka dipaksa untuk menari demi mendapatkan biskuit atau pisang.

5.Suku Igorot
Suku Igorot yang merupakan suku asli Filipina dikenal sebagai suku yang suka memakan anjing. Padahal hal tersebut sebenarnya sama sekali tidak benar. Image pemakan anjing dimulai setelah 6 Kebun Binatang Manusia dalam Sejarah oleh SegiEmpatAmerika memenangkan peperangan melawan Filipina. Dimana saat itu pihak Amerika yang menang memperlakukan suku Igorot seperti binatang. Mereka membawa ratusan orang untuk dipertontonkan di Festifal Dunia tahun 1904, yang mana suku Igorot dipaksa membunuh dan memotong anjing lalu dimakan secara terus menerus demi mendapatkan tepuk tangan dari penonton.


6.Ota Benga
Samuel Philips Verner adalah seorang penjelajah Eropa. Saat berkunjung ke Afrika ia menemukan satu suku pedalaman yang unik, dimana mereka semua hanya memiliki tinggi badan tidak lebih dari 150cm. Melihat keunikan tersebut ia mengajak seorang pria bernama Ota Benga untuk hijrah ke New York. Namun bukannya di beri kehidupan yang lebih layak Ota Benga justru diperlakukan layaknya hewan. Bahkan sejak pertama kali berada di New York Ota langsung ditempatkan di kebun binatang Bronx. Awalnya ia di bebaskan untuk berjalan-jalan di seluruh kebun binatang dan dipaksa layaknya seorang pemburu barbar, namun suatu saat ia dikurung dan dimasukkan dalam satu daerah tertutup. Mirisnya di dalam ia dipaksa untuk “bermain” dengan para kera dan monyet untuk dijadikan sebagai contoh awal evolusi manusia.

Mirisnya lagi setelah ia diselamatkan ia justru mendapat penyiksaan, nyaris dibunuh bahkan dijadikan budak sebelum akhirnya ia tewas bunuh diri.




 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar