photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Begini Kalimat Terakhir Angesti Sistiani, Gadis Cantik yang Dibunuh Karena Menolak Diperkosa




Lagi-lagi kasus pemerkosaan yang membuat miris kembali terjadi.Seorang wanita berusia 19 tahun tewas misterius di sebuah warung bubur kacang hijau di RT 17 Rw 4 Kampung Sungapan, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kota Sukabumi, Jawa Barat.Asal Boyolali, Jawa Tengah
Ditelusuri dari akun media sosial Facebooknya, perempuan ini berasal dari Jawa Tengah.

Namun ia tinggal di Bandar Lampung.

Namun kejadian yang menewaskan dirinya terjadi di Sukabumi,Jawa Barat.

Ditemukan Tak Berpakaian

Wanita yang belakangan diketahui bernama Angesti Sistiani itu ditemukan dalam keadaan tak berpakaian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, Sukimah (54) merupakan orang yang pertama kali menemukan jasad Angesti dalam keadaan tidak bernyawa pada Sabtu (11/6/2016).

Angesti merupakan gadis cantik berusia 19 tahun yang dikenal ramah oleh teman-temannya.

Kronologi Pembunuhan

Kabarnya sebelum dibunuh, Angesti yang menjadi korban ini sempat dipukul di bagian lehernya dan dibekap mulutnya oleh tersangka hingga tak sadarkan diri

Jajaran Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap pelaku pembunuhan seorang gadis warga Kampung Sungapan, Kabupaten Sukabumi yakni yang masih bertetangga dengan tersangka.

Pelaku pembunuhan disertai dengan pemerkosaan yakni Dadang Rismawan (21) adalah tetangga korban yang rumahnya berdempetan di Desa, Kecamatan Kadudampit, kata KapolresSukabumi Kota AKBP Rustam Mansur didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Joni Surya Nugraha di Sukabumi, Minggu.

Dikenal Ramah

Ia sangat aktif menyapa teman-temannya di sosial media.

Apapun yang ia posting selalu mengundang teman-temannya untuk berkomentar dan menanggapi postinganya tersebut.

Termasuk ketika kabar tragis tentang Angesti menyebar, akunFacebooknya yang bernama Angesti Sistiana pun banjir dengan ucapan duka cita.

Update Status

Angesti sempat mengunggah sebuah status sehari sebelum kejadiaan naas itu menimpanya.

Ia memperbarui status Facebooknya pada 10 Juni 2016 pukul 20.00 WIB, atau kurang dari 24 jam sebelum ia ditemukan tak bernyawa pada Sabtu 11 Juni 2016.

“Ramaikan lah 2b444e49,” tulis Angesti.
Tampaknya ia sedang mengajak teman-temannya untuk meramaikan BBM miliknya.

Tapi malang, justru postingan status terakhir Angesti tersebut yang ramai dengan ucapan duka cita

 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar