photo AB230x90gif_zps839436ce.gif

Astagfirullah...!!! Tidak Semua Di Bawah Telapak Kaki Ibu Memiliki Surga!!!ini buktinya anaknya sendiri tega di buang oleh ibu kandungnya sendiri,,mohon doanya agar bayi ini di terima disisi allah swt Aminn

BERITA INDONESIA
http://www.wartakota.top

“Nak, surga di bawah telapak kaki Ibu”. Kalimat itu masih menjadi senjata andalan bagi banyak ibu, terutama jika mendapati anaknya membantah, tidak menuruti perintah atau keinginan sang ibu, atau bahkan berbuat aniaya terhadap ibu. Namun, sejumlah alasan ini membuat kita sebagai ibu perlu meraba diri, apakah surga pantas berada di bawah telapak kaki kita?

1. Ibu yang tidak mengharapkan kehadiran anaknya
Ibu ini benci, sedih, gelisah, frustasi, marah, menyesal atau bahkan mengutuk kehamilannya. Berbagai alasan dijadikannya alasan untuk menolak kehamilan. Bahkan ada yang melakukan segala macam cara untuk menghentikan kehamilan. Bagaimana mungkin sang anak yang lahir nantinya dapat mengharap surga dari ibu yang tidak mengharap kehadirannya?

2. Ibu yang tidak menjaga kehamilannya
Bisa jadi ibu ini menginginkan kehamilan, namun tidak mau tahu bagaimana menjaga kehamilannya. Ibu ini tidak menggunakan 9 bulan kesempatan yang diberikan Allah padanya untuk berkomunikasi dengan bayi yang dikandungnya. Tidak ada sentuhan tangan si ibu, tidak ada suara bacaan al Quran. Tidak ada usaha untuk memperkenalkan dan mendekatkan calon bayinya dengan Allah. Tidak ada sikap sayang atau perhatian untuk menjaga kehamilan. Dengan kata lain ibu ini mengabaikan kesehatan dirinya dan bayinya, baik kesehatan fisik maupun spiritualnya. Mungkin saja dengan kemampuannya, ibu ini telah mempersiapkan seluruh perlengkapan terbaik untuk menyambut sang bayi, namun ibu ini tidak mempersiapkan kebutuhan dasar bayinya. Yakni kesehatan jiwa yang didapat dari ibadah kepada Allah dan kesehatan fisik yang didapat dari gizi, nutrisi, pola makan, olahraga dan sebagainya. Bagaimana anak bisa mengharap surga dari ibu yang tidak mengistimewakan kehadirannya?

3. Ibu yang tidak memberi tauladan baik bagi anaknya
Sepanjang kehamilan hingga bayinya lahir dan tumbuh besar, dari anak-anak hingga dewasa, ibunya banyak berkata kotor, bergunjing, berbohong, mencela, menghina, memaki, mengumpat, mengadu domba atau bahkan memfitnah, mencuri. Ibu ini lebih banyak berbuat hina dan tercela daripada beribadah kepada Allah. Seluruh perbuatannya sepanjang hidupnya yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan anaknya (khususnya di masa pertumbuhan sang anak) bagaikan telapak kaki yang membekas kuat di diri sang anak. Bagaimana mungkin terdapat surga di bekas telapak kaki semacam ini?

4. Ibu yang meninggalkan dan menelantarkan anaknya
Khususnya anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Lima hingga tujuh tahun pertama kehidupan anak sangat membutuhkan ibunya untuk mengajarkan padanya tentang



 garudaqq.org  http://adukiukiu.com/  inidewa365.org photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About BERITA INDONESIA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar